STUDI KELAYAKAN AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS (STUDY KASUS: AGREGAT KASAR GUNUNG BUCCUMPARE DAN AGREGAT HALUS SUNGAI LASAPE)
Abstract
Gunung Buccumpare terletak di Desa Teppo Kabupaten Sidenreng Rappang. Material yang melimpah digunakan sebagai agregat untuk kebutuhan konstruksi di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat, mix design, kuat tekan beton, dan kuat tarik belah beton. Metode eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini yaitu di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Parepare yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari Maret sampai Mei 2022 dan dianalisis sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Hasil mix design yang didapat rata-rata berat isi pasir 635 kg, agregat kasar 1077,8 kg, semen 429,2 kg, dan air 203 kg. Nilai rata-rata yang didapat pada uji kuat tekan beton pada umur 7 hari 26 MPa, 14 hari 29,70 MPa, 21 hari 30,83 MPa, dan 28 hari 31,68 MPa. Berdasarkan pengujian kuat tarik belah didapatkan nilai rata-rata 4,22 MPa. Hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton K-250 mengalami peningkatan setiap variasi, sehingga memenuhi spesifikasi untuk digunakan, dan sudah memenuhi <15% dari kuat tekan beton.
References
A. Syaifullah, E. Sulandari dan K. Erwan. “Studi Tentang Kelayakan Agregat Batu Gunung Bukit Marsela Di Kabupaten Ketapang Sebagai Material Lapis Pondasi,” JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, vol 5 no 2, hlm. 18, 2018. Tersedia: https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JMHMS/article/view/26141
E. D. Sina, Asrial dan Harijono. "Kelayakan Teknis Penggunaan Pasir Kali Watuleman Kabupaten Sikkasebagai Bahan Bangunan," Jurnal Batakarang, vol. 2 no.1, hlm. 11, Juni 2021, ISSN 2747-0512. Tersedia: https://jurnalbatakarang.ptbundana.org/index.php/batakarang/article/view/49
Mustakim, Hairil dan Yanas. “Karakteristik Beton Menggunakan Agregat Kasar Sungai Karawa Kabupaten Pinrang,” Jurnal Karajata Engineering, vol. 1 no. 1, hlm. 35, Januari 2020, ISSN 2775-5266. Tersedia: https://jurnal.umpar.ac.id/index.php/karajata/article/view/684
N. Paul, dan Antoni. Teknologi Beton (S. Suyantoro, Ed). Surabaya: Indonesia, Andi Offset, 2007
P. D. Rema dan N. Rasidi. "Studi Kelayakan Material Gunung Dalam Penggunaannya Sebagai Salah Satu Material Beton (Studi Kasus Material Pasir Watumeze Dan Agregat Batu Pecah Boba-Radha Kabupaten Ngada)," eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia, vol 3 no 2, hlm. 1. Tersedia: https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/teknik/article/view/2095
SNI 03-2847-2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta: Indonesia
SNI 03–4810–1998. Metode Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Beton Di Lapangan. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta: Indonesia
SNI 2847: 2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta: Indonesia
SNI 7656: 2012. Karakteristik Agregat Halus. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta: Indonesia
W. O. Z. Prihatini dan B. Sumihe. "Kajian Eksperimental Agregat Halus Dari Desa Wolowa Baru Dan Agregat Kasar Dari Kelurahan Bugi Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton," Teknik Sipil Unidayan, vol 6 no 1, hlm. 23, 2017. Tersedia: https://www.ejournal.unidayan.ac.id/index.php/JMI/article/view/935