Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
https://jurnal.umpar.ac.id/makes
<p>Jurnal Ilmiah <strong>MANUSIA DAN KESEHATAN </strong>dengan eISSN : 2614-3151 <em>pISSN : 2614-5073 </em><em>merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil </em><em>penelitian, laporan kasus, </em><em>makalah ilmiah</em><em> atau kajian analitis-kritis di bidang </em><em>manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan</em><em>. </em><em>Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal, meliputi : Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan Reproduksi, Promosi Kesehatan dan Keselamatan & Kesehatan Kerja. </em><em>Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN diterbitkan Oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare</em></p>FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPAREen-USJurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan2614-5073Hubungan Unsafe Action Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Devisi Workshop Di PT. X
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4081
<p>ABSTRACT Throughout 2020, there were 35,291 cases recorded (with a proportion of 42.2%). The majority of accidents occur due to human error which causes material and moral losses for both companies and workers. The aim of the research is to determine the relationship between unsafe action and work accidents among workshop division workers at PT. X. This research is a quantitative research with a cross sectional design with a sample size and population of 50 workers using a total sampling technique. used was Pusposive Sampling using univariate and bivariate analysis tests. To determine the frequency distribution of the independent variable and determine the relationship between the independent variable (unsafe action) and the dependent variable (work accident) use the Chi Square Test. The research results showed that 18 workers (36.0%) had experienced work accidents and 32 workers (64.0%) had never experienced work accidents. There were 22 workers who had experienced unsafe action (44.0%) and 28 workers who had never experienced unsafe action (56.0%). The results of the chi-square test show a value (p-value 0.034) so it can be concluded that there is a significant relationship between safe action and the incidence of work accidents among workshop division workers at PT. X with OR 3.951. Workers are expected to use complete PPE and always obey the regulations. It is hoped that the company can provide socialization and safety training regarding unsafe actions and work accidents to all workers, increase supervision and discipline, and improve the K3 culture in the work environment. Keywords: Unsafe Action; Work Accident; Workshop</p>Yuyun RiantikaDina Dwi NuryaniSamino SaminoNova Muhani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089236437310.31850/makes.v9i2.4081Hubungan Kasus Demam Berdarah Dengue dengan Angka Bebas Jentik Tahun 2023 dan 2024 (Kajian di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan)
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4128
<p>Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang menjadi perhatian khusus bagi Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan karena jumlah kasus yang meningkat dari tahun 2023 menjadi 2024. Dalam menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya yang digencarkan pada masyarakat adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Melalui PSN, puskesmas mengajak masyarakat dan kader untuk mengontrol nyamuk yang menjadi reservoir penyakit DBD. Salah satu indikator pengendalian nyamuk penyebab DBD yang dicatat melalui PSN adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) yang didefinisikan sebagai persentase rumah bebas jentik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ABJ dengan kasus demam berdarah (DBD) yang tercatat pada tahun 2023 dan 2024 di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Metode: Desain studi pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Data sekunder pada penelitian ini merupakan hasil rekap penyakit pada tahun 2023 dan 2024, dilengkapi hasil wawancara dengan petugas pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) DBD di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Hasil: Jumlah kasus DBD yang ditemukan di Puskesmas Grogol Petamburan sebanyak 56 kasus pada tahun 2023 dan 253 kasus pada 2024. Surveilans juga mencatat ABJ pada kedua tahun dengan rata-rata persentase sebesar 99,02% dan 99,1% secara berurutan. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan antara DBD dengan ABJ, baik pada tahun 2023 maupun 2024. Kesimpulan: Angka kasus DBD tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan naik atau turunnya angka ABJ di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan.</p>Tiarma Talenta TheresiaSri LestariSusilo WidyantoSteve Yosua AndikaNatalia TjingsonAdela Dayu FantastikaAlifia Adinda CikagriCarinna TirtaniaMaria Gresela MuliaSabrina NathaniaMichelle Alicia Wongkar
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089237438610.31850/makes.v9i2.4128Gambaran Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah Tahun 2023–2024
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4129
<p>Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dalam waktu lama yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah urban seperti Kecamatan Palmerah. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta kualitas hidup anak di masa depan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah tahun 2023–2024. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari rekapan Puskesmas Kecamatan Palmerah selama tahun 2023 hingga 2024. Sampel meliputi seluruh balita usia 0–59 bulan dari sepuluh kelurahan di wilayah kerja puskesmas. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, lokasi kelurahan, dan capaian program kesehatan. Analisis dilakukan untuk melihat distribusi stunting serta efektivitas program intervensi seperti ASI eksklusif, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan adanya penurunan jumlah balita stunting dari 9.640 kasus pada tahun 2023 menjadi 8.286 kasus pada tahun 2024. Kelompok usia 24–59 bulan merupakan kelompok dengan prevalensi stunting tertinggi, dengan dominasi kasus pada balita laki-laki. Kelurahan Palmerah I dan II tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi, sedangkan Slipi I dan II terendah. Program imunisasi dan pelayanan ibu hamil mencapai target >100%, sementara ASI eksklusif dan pemantauan tumbuh kembang masih belum mencapai target nasional. Kesimpulan: Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah mengalami penurunan namun masih belum mencapai target nasional, sehingga perlu diperkuat upaya edukasi, pendampingan kader, dan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan.</p>Tiarma Talenta TheresiaSri LestariMula Batiswa HutagaolAnindia Riana SyauqiAgrina Eka SaraswatiBeverly Chloe HamidjajaChristian Adi PrawiraElly MarseniaGracia Anindya DharmaKhansa AmiraVictoria Susantoputri Angenia Helza
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089238739410.31850/makes.v9i2.4129Gambaran Angka Perilaku Open Defecation di Wilayah Kecamatan Taman Sari Tahun 2023-2024
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4130
<p>Pendahuluan: Sanitasi layak merupakan hak dasar untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan higienis. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan, dengan ribuan rumah tangga di DKI Jakarta masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Di Jakarta Barat, hanya 17,8% kelurahan yang berstatus bebas BABS pada tahun 2021. Kecamatan Taman Sari menjadi salah satu wilayah dengan angka Open Defecation (OD) tertinggi, khususnya di Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar pada tahun 2023. Sejak 2019, program STBM pilar pertama telah diterapkan untuk menurunkan angka OD. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan program STBM di wilayah Puskesmas Kecamatan Taman Sari tahun 2023–2024 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penurunan angka OD. Tujuan: Untuk melihat gambaran angka perilaku Open Defecation pada wilayah Kecamatan Taman Sari tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling, dengan memanfaatkan data sekunder yang tercatat di Puskesmas Taman Sari pada tahun 2023–2024. Hasil: Status OD pada Kelurahan Taman Sari dari tahun 2023 hingga 2024 memiliki jumlah 0. Terdapat penurunan OD pada kelurahan Krukut, Pinangsia, Maphar, dan Tangki. Kelurahan Glodok, Mangga Besar, dan Keagungan tidak terjadi perubahan OD sejak tahun 2023 hingga 2024. Kesimpulan: Pada tahun 2023–2024, Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar mencatat angka OD tertinggi. Meskipun di Kelurahan Keagungan terjadi peningkatan jumlah KK dan pembangunan septic tank, namun tidak terjadi penurunan angka OD. Penurunan angka OD tertinggi terjadi di Kelurahan Maphar, sementara capaian OD terendah terdapat di Kelurahan Taman Sari. Beberapa kelurahan seperti Glodok, Keagungan, dan Mangga Besar tidak menunjukkan penurunan angka OD.</p>Tiarma Talenta TheresiaSri LestariAnisa FebryantiJeremy Iwan SetiawanNindya Lutfia RachmaDinda BerlianaSyafia HusainAlfira SafiriNamita PrayorinaAqila Fildzah Safira SaldyPutri Khansa FadhilaShirley Tjie
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089239541310.31850/makes.v9i2.4130Pengaruh Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis E-Book Terhadap Perawatan Diri Pada Pasien Dengan Ulkus Diabetikum Di Klinik Istiqamah Ulee Kareng
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4336
<p><em>Diabetes mellitus is a chronic disease that can lead to various complications, including diabetic ulcers. Maintaining the best possible care is crucial to avoid problems and complications. The purpose of the Diabetes Self-Management Education (DSME) program is to help patients become more capable of managing their condition on their own. This study aims to identify how e-book-based DSME affects diabetic ulcer patients' self-care. The study employed a quasi-experimental research design with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of 83 patients which then, 20 patients chosen as the sample using a purposive sampling technique. The data collection instrument used a questionnaire sheet. This research was conducted at Istiqamah Ulee Kareng Clinic from May 5 to June 26, 2025. The paired t-test was used to analyze the data. The research results showed a significant increase in self-care scores after the intervention, with a p-value of 0.000 (<0.05). Based on the findings, diabetes mellitus patients with diabetic ulcers who practice good self-care are more likely to experience non-serious problems and are at a lower risk of developing long-term complications.</em></p> <p> </p>Riyan MulfiandaVanissa SalsabilaNanda Desreza
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089241442410.31850/makes.v9i2.4336The Relationship Between Chronic Energy Deficiency (CED) and Adherence to Iron (Fe) Tablet Consumption with the Incidence of Anemia Among Pregnant Women at the Ciputat Timur Community Health Center in 2026
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4365
<p><em>Maternal anemia continues to represent a critical public health issue due to its association with an increased risk of adverse pregnancy outcomes. This study aimed to investigate the relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) and adherence to iron (Fe) supplementation in relation to anemia among pregnant women attending the Ciputat Timur District Health Center in 2026. A cross-sectional approach was applied, involving 59 participants selected through total sampling. Data collection was conducted using structured interviews, records from the Maternal and Child Health (MCH) handbook, and verification of antenatal care (ANC) cards. The variables assessed included CED status measured by Mid-Upper Arm Circumference (MUAC), adherence to iron supplementation, and hemoglobin concentration. Statistical analysis using the Chi-square test revealed no significant association between CED and anemia (p = 1.00), while adherence to iron supplementation demonstrated a significant relationship (p = 0.029). The findings highlight that improving compliance with iron intake, supported by nutritional counseling and consistent monitoring, plays a more substantial role in reducing anemia risk than focusing solely on macronutrient status. Therefore, preventive strategies should emphasize sustained adherence to iron supplementation alongside comprehensive maternal health surveillance..</em></p> <p><em>Keywords : Anemia; Pregnant Women; Supplementation Adherence; Chronic Energy Deficiency; Iron Tablets</em></p>Ade HandriatiKhairun NidaHarpolia Cartika
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089242543210.31850/makes.v9i2.4365Artificial Intelligence Techniques For Predicting Pandemic Diseases: Systematic Literature Review
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4355
<p>The rapid emergence of global pandemics necessitates accurate and adaptive predictive systems to support public health decision-making. This study aims to systematically review Artificial Intelligence techniques for predicting pandemic diseases and to evaluate the methodological quality and potential bias of existing empirical research. The research employed a Systematic Literature Review approach guided by PRISMA, with database searches conducted in Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar. The selection process yielded ten empirical quantitative and qualitative studies, which were assessed using the Joanna Briggs Institute critical appraisal criteria to evaluate methodological rigor and risk of bias. The findings indicate that machine learning, deep learning, and transformer-based architectures achieve high predictive accuracy in forecasting infection probability, disease severity, and epidemic trends. Most studies demonstrated robust validation strategies, including cross-validation and clearly reported performance metrics. Nevertheless, recurring limitations such as data bias, limited population generalizability, and temporal bias remain significant methodological challenges in AI-based pandemic prediction research. Overall, Artificial Intelligence techniques demonstrate substantial potential in strengthening global pandemic preparedness and enhancing evidence-based public health responses.</p>Fariz MaulanaMarina MarinaAbdul Haris PontohSudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089243345510.31850/makes.v9i2.4355Determinan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia: Systematic Literature Review
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4362
<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi beban kesehatan utama di Indonesia dengan angka keberhasilan pengobatan nasional yang belum merata antarwilayah, sehingga diperlukan pemahaman komprehensif mengenai determinan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Indonesia melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data dan registri penelitian dengan hasil identifikasi awal sebanyak 742 artikel, yang setelah melalui proses seleksi diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan tiga level hambatan, yaitu level pasien, layanan kesehatan, dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan keberhasilan pengobatan TB di Indonesia meliputi faktor psikologis pasien seperti kecemasan dan depresi, peran keluarga dalam mendukung kepatuhan, responsivitas fasilitas kesehatan yang mencakup perhatian cepat dan otonomi pasien, serta implementasi strategi FAST yang masih menghadapi kendala infrastruktur dan mobilisasi staf di rumah sakit swasta. Simpulan dari penelitian ini adalah determinan keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Indonesia bersifat multidimensional yang saling terkait antara level pasien, layanan kesehatan, dan kebijakan, sehingga diperlukan intervensi yang terintegrasi dan holistik untuk meningkatkan capaian program penanggulangan TB.</p>Moh. Nasir SakkaMisbahuddin MisbahuddinSahpur SahpurSudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089245646510.31850/makes.v9i2.4362Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kasus Campak Di Indonesia: Literatur Review
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4356
<p>Campak merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun vaksin efektif telah tersedia, dengan peningkatan kembali kasus dalam beberapa tahun terakhir akibat menurunnya cakupan imunisasi di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan meningkatnya kembali kasus campak di Indonesia melalui pendekatan systematic literature review. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada database Science Direct dan Springer. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli yang dipublikasikan tahun 2020-2026, bersifat open access, dan berlokasi penelitian di wilayah Indonesia. Dari 1618 artikel yang diidentifikasi, dilakukan proses screening dan seleksi sehingga diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang berhubungan dengan peningkatan kasus campak meliputi status imunisasi tidak lengkap, rendahnya pendidikan orang tua, kepercayaan agama yang mempengaruhi penerimaan vaksin, keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta adanya kontak dengan penderita campak. Penelitian juga mengidentifikasi bahwa strategi promosi kesehatan yang melibatkan tokoh agama dan pelayanan vaksinasi bergerak merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Simpulan penelitian ini adalah meningkatnya kembali kasus campak di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensi yang memerlukan upaya peningkatan cakupan imunisasi melalui penguatan promosi kesehatan, peningkatan akses pelayanan, serta keterlibatan tokoh masyarakat dan agama dalam program imunisasi.</p>Finta AmalindaIlmawati IlmawatiHajar HajarSudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089246647510.31850/makes.v9i2.4356Pengaruh Penggunaan Game Online Terhadap Kualitas Tidur Pada Remaja : Literatur Review
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4370
<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan game online di kalangan remaja, yang berpotensi mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk kualitas tidur. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan biologis dan kebiasaan penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan game online terhadap kualitas tidur pada remaja melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database <em>PubMed, ScienceDirect</em>, dan <em>Google Scholar</em> dengan rentang tahun 2021–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi “<em>game online</em>”, “kualitas tidur”, dan “remaja”. Berdasarkan hasil seleksi, diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis.Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan game online dengan kualitas tidur pada remaja. Faktor-faktor seperti durasi bermain, frekuensi, dan tingkat kecanduan <em>game online </em>berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur, termasuk berkurangnya durasi tidur, kesulitan memulai tidur, serta meningkatnya risiko insomnia. Selain itu, penggunaan perangkat digital pada malam hari juga dapat mengganggu ritme sirkadian akibat paparan cahaya layar yang menghambat produksi hormon melatonin. Kesimpulannya adalah bahwa penggunaan <em>game online</em> secara berlebihan memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas tidur remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian penggunaan game online serta peran aktif dari keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas tidur pada remaja.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>game online</em>, kualitas tidur, kecanduan game, remaja</p>Yayu AlindaNelfianti LisaAndiansyah Yusuf TunaslySudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089247648610.31850/makes.v9i2.4370Hubungan Prilaku Keluarga Sadar Gizi dengan kejadian Stunting di Sabulira Toba wilayah kerja Puskesmas Ampana Timur, Kabupaten Tojo Una-Una 2026
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4372
<p><em>Stunting is the failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life (HPK). This condition is caused by prolonged nutritional deficiencies and recurrent infections, influenced by inadequate feeding patterns during the first 1,000 days of life (HPK) (Susilo Wirawan 2022).</em></p> <p><em>This study aims to determine the relationship between Nutrition-Aware Family Behavior (Kadarzi) and the incidence of stunting in Sabulira Toba Village. The research used a quantitative approach. This study had a population of 30 and a sample of 30 respondents (total sampling).</em></p> <p><em>The results of the study, based on bivariate analysis, showed that statistical tests using the Chi-Square test yielded a P value of 0.001 (<0.05) and a Value of 0.659, indicating a relationship between knowledge and stunting. For attitudes, the Chi-Square test yielded a P value of 0.001 (<0.05) and a Value of 0.714, indicating a relationship between attitudes and stunting. The Chi-Square test for the action variable yielded a P value of 0.001 (<0.05) and a Value of 0.669, indicating a highly significant relationship between nutritional fulfillment measures and stunting in Sabulira Toba Village.</em></p> <p><em>The conclusion of this study is that there is a relationship between family knowledge, attitudes, and behavior with stunting. Researchers recommend that families with toddlers adopt a Nutrition-Aware Behavior to prevent stunting in toddlers. Knowledge about nutrition can be obtained from health workers and social media.</em></p> <p> </p>Agustiar AgustiarJumiati BorhanNi Luh FidrianaSudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089248749410.31850/makes.v9i2.4372Kesiapsiagaan Petugas Kesehatan di Rumah Sakit terhadap Bencana Gempa: Systematic Literature Review
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4371
<p><em>Earthquakes have a significant impact on healthcare services, making the preparedness of healthcare workers in hospitals critically important. This study aims to examine the preparedness of healthcare workers in facing earthquake disasters through a literature review using the PRISMA approach. A total of seven articles were analyzed, selected based on inclusion criteria from 2020–2026 and their relevance to the research topic.</em></p> <p><em>The findings indicate that preparedness is influenced by individual factors (knowledge, disaster literacy, and psychological readiness), organizational factors (training, simulation, and leadership), and system factors (infrastructure, resources, and technology). Several challenges remain, including limited training and inadequate readiness of healthcare facilities.</em></p> <p><em>In conclusion, the preparedness of healthcare workers in hospitals for earthquake disasters needs to be improved through an integrated approach involving individual, organizational, and system factors.</em></p> <p> </p>I Gusti Ayu Ng.Susanti Ng.SusantiMedriono MedrionoMoh. FadliSudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089249550310.31850/makes.v9i2.4371Pengaruh Yoga Hamil Dan Senam Hamil Terhadap Kecemasan Ibu Hamil: Literature Review
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4376
<p>Kehamilan merupakan suatu fase yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang berpotensi menimbulkan kecemasan pada ibu hamil. Kondisi kecemasan selama kehamilan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh yoga kehamilan dan senam hamil dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil melalui pendekatan <em>systematic literature review</em>. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan mengacu pada kerangka PRISMA. Proses pencarian literatur dilakukan melalui beberapa basis data, yaitu PubMed, Semantic Scholar, Google Scholar dan Science Direct dalam rentang tahun 2020–2026. Dari total 335 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa yoga prenatal dan senam hamil efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan melalui mekanisme relaksasi, pengaturan pernapasan, serta peningkatan hormon serotonin. Selain itu, intervensi ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan serta memperbaiki stabilitas emosional selama kehamilan. Dengan demikian, yoga hamil dan senam hamil dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal guna mendukung kesehatan mental ibu hamil.</p>Irma Hajriani HamzahNurvialam NurvialamFadliya FadliyaSudirman SudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089250451510.31850/makes.v9i2.4376Evaluasi Pelaksanaan Program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) Di Kota Parepare
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4226
<p>The high number of health problems related to reproduction, nutrition, and maternal mortality so that brides-to-be need knowledge preparation to get optimal health. The government issued preventive measures as a solution so that brides-to-be can understand the meaning of marriage and family health so that premarital education is carried out called the Bride-to-be Course (Suscatin). The purpose of this study is to evaluate the implementation of the suscatin program in Parepare City. This type of research uses descriptive qualitative. The informants were 15 people including the head of the KUA, suscatin educators, midwives, and brides-to-be by purposive and snowball sampling methods. This research was carried out in Parepare City including the KUA of West Bacukiki, KUA of Soreang, Lumpue Health Center and Cempae Health Center. The results implementation of the suscatin program in terms of human resources have been fulfilled but the infrastructure is not adequate due to the absence of suscatin independent space. Suscatin materials and methods have not complied with the rules applicable in the KUA. Premarital counseling is appropriate based on the procedures at the Puskesmas and is given in the form of a booklet or card of a healthy bride and groom, but not all brides-to-be come to participate in counseling. The suscatin program has not been fully implemented so it is recommended that relevant agencies need to increase cooperation and make rules that require brides-to-be to conduct premarital counseling at health centers, as well as for brides-to-be to follow counseling at the health center</p>Nur Ukhti HSMakhrajani MajidFitriani UmarAyu Dwi Putri RusmanUsman Usman
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089251653210.31850/makes.v9i2.4226Pemetaan Sebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kota Lhokseumawe Tahun 2022-2023
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4426
<p><em>Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has become a significant health issue that needs to be addressed in the healthcare sector in Indonesia. The number of DHF cases in the city of Lhokseumawe has witnessed an increase from 2022 to 2023. The objective of this research is to identify the areas of DHF prevalence in Lhokseumawe, then map these areas based on the gender and age range of the patients, presented in the form of a map. The research methodology employed is descriptive research using secondary data, including clinical information and administrative data of DHF patients in Lhokseumawe, as well as demographic data of Lhokseumawe. Data processing is conducted using the QGIS 3.30 application, utilizing the equal interval formula automatically provided by the application. The research indicate the presence of 41 DHF cases in Lhokseumawe spread across all sub-districts. Muara Dua Sub-district recorded the highest number of 20 cases, representing 48% of the total cases. In contrast, Blang Mangat Sub-district reported the lowest number of cases, constituting 2% of the total cases. Based on the classification of gender and age, DHF cases in Lhokseumawe tend to occur more frequently in males, with a male presentation of 51.2%, and females with 48.8% of the total number of cases. Age classification includes three categories: 0-14 years, 15-44 years, and >44 years, with the prevalence of cases in the age group 0–14 years at 39.0%, 15–44 years at 43.9%, and 44 years or older at 17.1% of the total number of cases."</em></p>Muhammad Abraar Roffa Roffa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089253354310.31850/makes.v9i2.4426Kekurangan Dokter Spesialis di Daerah Terpencil: Tinjauan Global Faktor dan Strategi Penanganan
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4431
<p> Kekurangan dokter spesialis di daerah terpencil merupakan permasalahan sistemik dan multidimensi yang dihadapi berbagai negara, baik berkembang maupun maju. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis publikasi ilmiah terkait kekurangan dokter spesialis di daerah, mencakup faktor penyebab mal-distribusi, spesialisasi yang paling terdampak, serta strategi penanganan yang telah diimplementasikan di berbagai negara. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review (SLR)</em> dengan pendekatan <em>PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses)</em>. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci terkait kekurangan dokter spesialis, mal-distribusi tenaga medis, daerah terpencil, dan strategi retensi tenaga kesehatan. Sebanyak 20 artikel yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa inti permasalahan bukan jumlah total spesialis, melainkan konsentrasi geografisnya di pusat kota. Di Indonesia, rasionya hanya 0,18 per 1.000 penduduk dengan 59% spesialis terkonsentrasi di Jawa. Spesialisasi paling kritis yang kekurangan di daerah meliputi <em>OBGYN</em>, bedah umum, anestesi, dan kedokteran darurat. Faktor penyebab bersifat multidimensi, mencakup rendahnya insentif finansial, keterbatasan fasilitas, ancaman medikolegal, terbatasnya karier pasangan, dan fenomena <em>brain drain</em>. Strategi paling efektif mencakup beasiswa ikatan dinas lokal, insentif multidimensi, pemanfaatan telemedis, dan optimalisasi peran tenaga non-dokter. Penanganan kekurangan dokter spesialis di daerah memerlukan pendekatan kebijakan yang komprehensif, kontekstual, dan berjangka panjang.</p>Irma Hajriani HamzahNurvialam NurvialamFadliya FadliyaI Gusti Ayu Ng. SusantiAsrini Muslima SariAbdul Kadri
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089254455410.31850/makes.v9i2.4431Efektivitas Edukasi Audiovisual Dan Role Play Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Anak SD Negeri 1 Banda Sakti Kota Lhokseumawe
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/2915
<p><em>Indonesia is a country prone to natural disasters, one of which is earthquakes, as exemplified by the devastating earthquake in Aceh in 2004. The high number of casualties resulting from earthquakes is often attributed to a low level of preparedness knowledge. Therefore, providing earthquake preparedness education should ideally start within the school environment. The delivery of this education also requires appropriate and effective methods to ensure that the knowledge imparted is remembered and applied effectively. These methods include audio, visual, audiovisual, and role play. This study aims to assess the effectiveness of earthquake preparedness education using audiovisual and role play methods among students of SD Negeri 1 Banda Sakti, Lhokseumawe City. This research falls under the category of quasi-experimental research, with a total of 71 respondents. The sample was selected using total sampling. The research findings indicate that before receiving education, the majority of respondents had a low level of preparedness. After the education, the preparedness level of the respondents increased to a high category, and there was an improvement in the average posttest results for both the audiovisual and role play groups. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and independent T-test, with the statistical results showing a p-value less than 0.05. Based on the research findings, it can be concluded that providing education through audiovisual media and role play significantly influences preparedness for earthquake disasters among students at SD Negeri 1 Banda Sakti, Lhokseumawe. Additionally, there is a significant difference in effectiveness between audiovisual media and role play, with role play being considered more effective than audiovisual media.</em></p>Adli Kurniawan PohanMaulana IkhsanBaluqia Iskandar Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-082026-05-089255556310.31850/makes.v9i2.2915Hubungan Pada Tingkat Pengetahuan Pemakai Lensa Kontak Dengan Kejadian Iritasi Mata Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4438
<p><span class="s42">Lensa kontak adalah produk teknologi oftalmologi berupa lembaran plastik tipis dan bening yang ditempatkan di atas mata untuk memperbaiki penglihatan. Penggunaan yang tidak tepat dapat memiliki dampak serius bagi pemakainya, termasuk iritasi mata yang dapat mengakibatkan kebutaan. Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan lensa kontak menjadi penyebab utama kondisi ini. Gejala iritasi mata meliputi mata yang merah, nyeri, bengkak, gatal, dan berair, serta penglihatan yang kabur setelah menggunakan lensa kontak.</span> <span class="s42">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara pengetahuan pengguna lensa kontak dan kejadian iritasi mata pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 66 mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh dari angkatan 2020-2023 yang secara aktif menggunakan lensa kontak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total responden, 48 orang (72,7%) memiliki pengetahuan yang baik, 13 orang (19,7%) memiliki pengetahuan yang cukup, dan 5 orang (7,6%) memiliki pengetahuan yang kurang. Sebanyak 29 orang (43,9%) mengalami iritasi mata, sedangkan 37 orang (56,1%) tidak mengalami iritasi mata. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pengguna lensa kontak dengan kejadian iritasi mata pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh (nilai p-value 0,046).</span></p>Riska HayatiNora Maulina Khairunnisa Z
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-142026-05-149256457010.31850/makes.v9i2.4438Determinan Body Image pada Remaja di SMAN 5 Kota Jambi Tahun 2025
https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4436
<p>Body image negatif pada remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat karena dapat memengaruhi kesehatan psikologis, perilaku makan, dan fungsi sosial remaja. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami ketidakpuasan tubuh akibat perubahan fisik yang cepat serta tekanan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan body image pada remaja di SMAN 5 Kota Jambi Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMAN 5 Kota Jambi. Sampel berjumlah 117 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan menggunakan regresi Cox termodifikasi dengan waktu konstan untuk memperoleh adjusted prevalence ratio (aPR) dan 95% confidence interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,6% responden memiliki body image negatif. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,002), status gizi obesitas dan overweight (p=0,0001), body shaming (p=0,0003), penggunaan media sosial yang tinggi (p=0,038), dan aktivitas fisik sedang (p=0,011). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa remaja perempuan berisiko 1,87 kali mengalami body image negatif dibandingkan laki-laki (aPR=1,87; 95%CI=1,21–2,91). Obesitas (aPR=1,81; 95%CI=1,32–2,45), body shaming berat (aPR=1,61; 95%CI=1,06–2,44), dan penggunaan media sosial tinggi (aPR=1,52; 95%CI=1,12–2,05) juga berhubungan signifikan dengan body image negatif. Jenis kelamin merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan body image. Sekolah disarankan memperkuat program promosi kesehatan mental remaja terkait persepsi tubuh positif dan literasi media sosial.</p>Ridhatul FitriAdelina FitriHendra Dhermawan SitanggangMarta Butar Butar
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
2026-05-232026-05-239257158310.31850/makes.v9i2.4436