Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan https://jurnal.umpar.ac.id/makes <p>Jurnal Ilmiah <strong>MANUSIA DAN KESEHATAN </strong>dengan eISSN : 2614-3151 <em>pISSN : 2614-5073 </em><em>merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil </em><em>penelitian, laporan kasus, </em><em>makalah ilmiah</em><em> &nbsp;atau kajian analitis-kritis di bidang </em><em>manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan</em><em>. </em><em>Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal, meliputi : Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan Reproduksi, Promosi Kesehatan dan Keselamatan &amp; Kesehatan Kerja. </em><em>Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN diterbitkan Oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare</em></p> FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE en-US Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2614-5073 Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan TOGA Sebagai Terapi Komplementer Hipertensi di Bilokka https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4435 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena angka kejadiannya terus meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengendalian hipertensi adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA sebagai terapi komplementer hipertensi di Kelurahan Bilokka, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (68,0%) dan pemanfaatan TOGA dalam kategori baik (59,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan pemanfaatan TOGA sebagai terapi komplementer hipertensi (p=0,003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat, maka semakin baik pula pemanfaatan TOGA sebagai terapi komplementer hipertensi di Kelurahan Bilokka, Kabupaten Sidrap.</p> <p>&nbsp;</p> Fitriana Bunyanis Marhawaidah Raudhatul Jannah Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 548 591 10.31850/makes.v9i3.4435 Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Batang Sereh Asal Sidrap Terhadap Propionibacterium acnes https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4452 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ABSTRAK </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jerawat merupakan masalah kulit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat meyebabkan resistensi bakteri sehingga diperlukan </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">alternatif antibakteri alami, salah satunya batang sereh (Cymbopogon citratus) yang mengandung </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">antibakteri ekstrak batang sereh asal Kabupaten Sidenreng Rapang terhadap Propionibacterium acnes </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dengan metode difusi cakram. Ekstrak dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dan diuji pada konsentrasi 40%, 50% dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">sereh mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, dimana konsentrasi 60% </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">memberikan daya hambat paling baik dibandingkan konsentrasi lainnya. Degan demikian, ekstrak </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">batang sereh berpotensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri penyebab jerawat.</span></span></p> Wiwi Aprilia Wahyuni L.Ode Washliati Sirajuddin Reny Angriany Hakim Muhammad Tahir Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 592 599 10.31850/makes.v9i3.4452 Efektivitas E-Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang MP-ASI Bergizi Pada Anak PAUD https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4457 <p><span class="s32"><span class="bumpedFont15">MP-ASI bergizi merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, namun rendahnya pengetahuan dan sikap ibu berisiko memicu masalah gizi seperti </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">stunting</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> dan gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">e-booklet</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang MP-ASI bergizi pada anak PAUD di Kelurahan Tanjung Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">pra-eksperimental</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> dengan desain </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">one group </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">pretest-posttest</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">. Sampel berjumlah 33 responden ibu yang memiliki anak usia PAUD yang dipilih menggunakan teknik </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">purposive</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15"> sampling</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">. Intervensi dilakukan dengan memberikan edukasi menggunakan media </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">e-booklet</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> tentang MP-ASI bergizi. Analisis data menggunakan uji </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">Wilcoxon</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15"> Signed </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">Rank</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">Test</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> dengan tingkat signifikasi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pada variabel pengetahuan setelah diberikan </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">e-booklet</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> dengan lebih banyak responden mengalami peningkatan (</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">positive</span></span> <span class="s28"><span class="bumpedFont15">ranks</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> = 16) dibandingkan penurunan (</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">negative</span></span> <span class="s28"><span class="bumpedFont15">ranks</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> = 4), dengan nilai </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">p </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">value</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> = 0,009 (p &lt; 0,05). Pada variabel sikap juga terjadi peningkatan, di mana sebagian besar responden mengalami peningkatan (</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">positive</span></span> <span class="s28"><span class="bumpedFont15">ranks</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> = 21) dibandingkan penurunan (</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">negative</span></span> <span class="s28"><span class="bumpedFont15">ranks</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> = 10), dengan nilai </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">p </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">value</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> = 0,045 (p &lt; 0,05). </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">Kesimpulan</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">penelitian</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> ini </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">menunjukkan</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">bahwa</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">penggunaan</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> media </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont15">e-booklet</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">efektif</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> dalam </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">meningkatkan</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">pengetahuan</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">sikap</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> ibu </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">tentang</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> MP-ASI </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">bergizi</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">pada</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> anak PAUD. </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">Hasil</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">penelitian</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> ini </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">dapat</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">menjadi</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">alternatif</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> media </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">edukasi</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">gizi</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">bagi</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> ibu dalam </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">upaya</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">meningkatkan</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">praktik</span></span> <span class="s32"><span class="bumpedFont15">pemberian</span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15"> MP-ASI yang </span></span><span class="s32"><span class="bumpedFont15">tepat</span></span></p> Sekar Santi Kurniasih Linda Suwarni Selviana Selviana Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 600 611 10.31850/makes.v9i3.4457 Studi Kualitatif Manajemen Perbekalan Farmasi di UPT Puskesmas Lawawoi Kab. Sidenreng Rappang https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4459 <p>Manajemen perbekalan farmasi merupakan rangkaian kegiatan pengelolaan sediaan farmasi yang mencakup perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, dan administrasi guna menjamin ketersediaan obat yang rasional di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan manajemen perbekalan farmasi di UPT Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 7 (tujuh) orang, meliputi Penanggung Jawab Kefarmasian Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Kepala Tata Usaha, Penanggung Jawab Ruang Farmasi, Apoteker, dan Asisten Apoteker. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen dengan triangulasi metode sebagai teknik keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh variabel manajemen perbekalan farmasi secara umum telah dilaksanakan sesuai peraturan pemerintah. Namun, masih terdapat kendala pada tahap perencanaan dan permintaan berupa ketidaksesuaian antara jumlah yang direncanakan dengan yang direalisasikan, serta keterbatasan sarana penyimpanan. Disimpulkan bahwa manajemen perbekalan farmasi di UPT Puskesmas Lawawoi telah berjalan cukup baik, namun perlu peningkatan koordinasi dengan dinas kesehatan dalam pemenuhan kebutuhan obat dan optimalisasi sarana penyimpanan.</p> Washliaty Sirajuddin Nur Indah Maulidiyah Ali Muhammad Tahir Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 612 624 10.31850/makes.v9i3.4459 Analisis Sistem Perencanaan dan Pengadaan Obat di Instalasi Farmasi RS Nene Mallomo https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4464 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Instalasi farmasi di rumah sakit mempunyai peran strategis dalam memastikan tersedianya obat yang aman, berkualitas, dan tersedia secara berkelanjutan sebagai pemeliharaan pelayanan kesehatan bagi pasien. Keberhasilan pelayanan kefarmasian sangat dipengaruhi oleh perencanaan pengelolaan serta pengadaan obat yang dilakukan secara tepat, efektif, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perencanaan dan pengadaan obat yang diterapkan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada informan untuk memperoleh informasi terkait proses perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perencanaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Nene Mallomo telah terlaksana dengan cukup optimal melalui penggunaan Rancangan Kebutuhan Obat (RKO) yang mengacu pada Formularium Nasional serta Formularium Rumah Sakit. Selain itu, proses perencanaan juga didukung oleh penerapan metode konsumsi dan metode epidemiologi. sehingga kebutuhan obat disesuaikan dengan penggunaan sebelumnya dan pola penyakit pasien. Sistem pengadaan obat dilakukan melalui pengadaan langsung dan e-purchasing sesuai prosedur yang berlaku serta disertai pemeriksaan untuk menjamin mutu obat. Namun masih terdapat kendala seperti kekosongan stok distributor dan keterlambatan pengiriman obat yang mempengaruhi ketersediaan obat. Kesimpulannya, sistem perencanaan dan pengadaan obat sudah cukup baik, namun masih perlu perbaikan terutama dalam ketepatan waktu pengadaan agar ketersediaan obat lebih optimal.</span></span></p> Zelfiana Wahyuni L.Ode Fitriana Bunyanis Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 625 633 10.31850/makes.v9i3.4464 Perbandingan Efektifitas Media Empulur Tebu dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4497 <p>Media kultur merupakan faktor penting dalam pertumbuhan mikroorganisme karena menyediakan nutrisi yang <br>dibutuhkan untuk metabolisme dan reproduksi. Nutrient Agar (NA) merupakan media standar yang umum <br>digunakan, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan media alternatif yang lebih ekonomis. Empulur <br>tebu (Saccharum officinarum L.) dan rebung bambu (Bambusa vulgaris) memiliki kandungan nutrisi yang <br>berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan <br>efektivitas media kultur berbahan dasar empulur tebu dan rebung bambu terhadap pertumbuhan Escherichia coli. <br>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret–29 <br>April 2026. Pertumbuhan E. coli diamati pada media rebung bambu dan empulur tebu dengan konsentrasi 1,25%, <br>2,5%, dan 5%, serta Nutrient Agar sebagai kontrol. Jumlah koloni dihitung menggunakan metode Total Plate <br>Count (TPC) dan dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata <br>jumlah koloni tertinggi diperoleh pada media NA yaitu 286,67 koloni. Pada media rebung bambu diperoleh rata<br>rata 82,33; 136,00; dan 204,33 koloni, sedangkan pada media empulur tebu diperoleh rata-rata 126,00; 202,33; <br>dan 248,67 koloni. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai F = 53,800 dengan signifikansi 0,000 (p&lt;0,05). <br>Disimpulkan bahwa empulur tebu dan rebung bambu mampu mendukung pertumbuhan E. coli, dengan media <br>empulur tebu konsentrasi 5% menunjukkan efektivitas terbaik di antara media alternatif yang diuji.</p> Nurhaliza Sinring Fitriana Bunyanis Washliaty Sirajuddin Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 634 642 10.31850/makes.v9i3.4497 Inovasi Pengendalian Vektor Nyamuk Pendekatan Teknologi Dan Metode Baru:Studi Literatur Review https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4515 <p>Kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, filariasis, dan chikungunya masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Pengendalian vektor nyamuk merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi dalam pengendalian vektor nyamuk dengan pendekatan teknologi dan metode baru melalui studi literatur. Berdasarkan review jurnal,teridentifikasi duplikat, dan abstrak tidak lengkap terdapat 1.176 , kemudian berdasarkan innovation, intervention, outcome, dan type of study dipilih sebanyak 156. Lalu setelah disaring dalam bahasa inggris maka di pilih 54&nbsp;&nbsp; artikel. Dan setelah disaring artikel teks lengkap diakses dan dibaca dipilih sebanyak 10 artikel yang akan dikaji ulang. Pendekatan inovatif seperti penggunaan ekstrak tumbuhan, bakteri, ikan pemangsa jentik, dan predator copepoda telah dikembangkan untuk mengurangi populasi nyamuk secara efektif sambil menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, teknologi seperti modifikasi genetik nyamuk, penggunaan ketidakcocokan serangga dengan nyamuk Wolbachia termodifikasi, interferensi RNA, dan teknik serangga steril menunjukkan potensi besar dalam pengendalian nyamuk yang lebih spesifik dan efisien. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di Indonesia</p> Nurhikma Nurhikma Rahmi Amir Rasidah Wahyuni Sari Ayu Dwi Putri Rusman Makhrajani Majid Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 643 654 10.31850/makes.v9i3.4515 Formulasi dan Uji Stabilitas Hair Tonic Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4507 <p>Kerontokan rambut dan ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang banyak dikeluhkan masyarakat, sementara sebagian produk hair tonic komersial masih mengandung bahan kimia sintetis yang berisiko menimbulkan iritasi. Batang sereh (Cymbopogon citratus) mengandung senyawa aktif seperti sitral, sitronelal, dan sitronelol yang memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif hair tonic alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji stabilitas fisik sediaan hair tonic dari ekstrak etanol batang sereh asal Kabupaten Pinrang. Penelitian bersifat eksperimental laboratorium dengan ekstraksi batang sereh menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan formulasi hair tonic pada tiga variasi konsentrasi ekstrak (10%, 12%, dan 14%) serta blanko tanpa ekstrak (F0), kemudian dievaluasi stabilitas fisiknya melalui cycling test empat siklus meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan iritasi pada sepuluh sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula bersifat homogen dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Nilai pH berkisar antara 5,0-5,3, dengan pH tertinggi pada konsentrasi 12% (F2). Nilai viskositas berkisar 0,850-1,342 cPs, dengan viskositas tertinggi juga pada F2. Pengujian organoleptik selama empat siklus penyimpanan tidak menunjukkan perubahan bentuk maupun bau, hanya intensitas warna coklat yang meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula dengan konsentrasi ekstrak 12% (F2) merupakan formula terbaik karena memiliki pH dan viskositas yang paling sesuai untuk sediaan hair tonic. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak batang sereh dapat diformulasikan menjadi sediaan hair tonic yang stabil secara fisik dan aman digunakan.</p> Putri Padillah Wahyuni L.Ode Rahmasiah Rahmasiah Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 655 662 10.31850/makes.v9i3.4507 Pengaruh Penggunaan Obat Tradisional Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Penderita Penyakit Kronis Desa Bilalange Kelurahan Lemoe Kota Parepare https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4534 <p>Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan berdampak signifikan pada penurunan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan obat tradisional terhadap kualitas hidup masyarakat penderita penyakit kronis di Desa Bilalange, Kelurahan Lemoe, Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 77responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi penderita penyakit kronis di wilayah kerja Puskesmas Lemoe. Data penggunaan obat tradisionaldikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sementara kualitas hidup diukur menggunakan instrumen. Short Form-36(SF-36). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan obat tradisional sebagai terapi pendamping untuk meredakan gejala dan meningkatkan kebugaran. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara penggunaan obat tradisional yang rasional dengan peningkatan skor domainkualitas hidup responden (p &lt; 0,05). Analisis menunjukkan bahwa integrasi obat tradisional yang terkontrol memberikan kontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup fisik dan psikologis penderita penyakit kronis. Secara keseluruhan, penggunaan obat tradisional secara terukur berpengaruh positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat penderita penyakit kronis di wilayah tersebut.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Hafsayani Hafsayani Wahyuni L Ode Shabran Hadiq Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 663 671 10.31850/makes.v9i3.4534 Penetapan Kadar Niacinamide Pada Seru Wajah Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4554 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Niacinamide merupakan bentuk tengahda dari vitamin B3 yang banyak digunakan dalam produk serum wajah karena mampu mencerahkan kulit, mengurangi hiperpigmentasi, serta memperkuat fungsi barier kulit. Semakin banyaknya produk serum yang beredar di pasaran membuat penting untuk memastikan kesesuaian kadar niacinamide pada label dengan kadar sebenarnya, karena overclaim kadar bahan aktif dapat merugikan konsumen serta mempengaruhi efektivitas dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar niacinamide pada tiga merek serum wajah yang berlabel 10% niacinamide serta mengetahui tidaknya perbedaan antara kadar yang diukur dengan kadar yang diklaim pada label. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 262 nm. Kurva kalibrasi dibuat dari larutan standar niacinamide dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm, sedangkan sampel serum dipreparasi melalui ekstraksi dengan metanol, pengendapan, penyaringan, dan pengenceran 100 kali sebelum diukur serapannya. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linier y = 0,0283x − 0,0017 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9942 yang menunjukkan linearitas baik. Hasil pengukuran menunjukkan kadar niacinamide sebesar 4,02% pada Serum A, 4,9% pada Serum B, dan 4,22% pada Serum C, yang seluruhnya lebih rendah dibandingkan kadar 10% yang tercantum pada label. Serum B memiliki kadar tertinggi, sedangkan Serum A memiliki kadar terendah. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar niacinamide pada sampel ketiga tidak sesuai dengan label klaim. Dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara kadar niacinamide aktual dan kadar yang tercantum pada label produk serum wajah komersial, sehingga diperlukan pengawasan mutu dan verifikasi label yang lebih ketat pada produk kosmetik.</span></span></span></span></p> Sri Anggy Ramadani Dewi Lidiawati Iskandar Iskandar Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 672 680 10.31850/makes.v9i3.4554 Pengaruh Hormon FSH Dan Testosteron Terhadap Infertilitas Laki-Laki Di RSKIA Sadewa Periode 2025 https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4555 <p>Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian di tingkat global maupun nasional, dengan faktor laki-laki berkontribusi terhadap sekitar 40–50% kasus infertilitas. Gangguan hormonal, khususnya yang melibatkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan testosteron, berperan penting dalam proses spermatogenesis dan fungsi reproduksi pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hormon FSH dan testosteron serta hubungan antara kedua hormon tersebut pada pasien infertil laki-laki di RSKIA Sadewa Yogyakarta periode 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien infertil laki-laki yang menjalani pemeriksaan kadar FSH dan testosteron. Sebanyak 245 pasien memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar FSH sebesar 5,86 mIU/mL dan rata-rata kadar testosteron sebesar 5,19 ng/mL. Analisis hubungan antara kadar FSH dan testosteron menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (r = -0,030; p = 0,638). Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa usia dan lama infertilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar hormon FSH maupun testosteron pada pasien infertil laki-laki di RSKIA Sadewa periode 2025. Disimpulkan bahwa kadar FSH dan testosteron pada pasien infertil laki-laki memiliki distribusi yang beragam, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan satu sama lain, serta tidak dipengaruhi secara bermakna oleh usia dan lama infertilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa infertilitas pria merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh kadar FSH dan testosteron</p> Moh.Firgiawan Dwiyanto Farida Noor Irfani Nazula Rahma Shafriani Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 681 692 10.31850/makes.v9i3.4555 Formulasi Uji Efektivitas Lotion Ekstrak Raspberry (Rubus Rosifolius sm.) Sebagai Repellent Nyamuk https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4570 <p>Nyamuk adalah salah satu vektor utama yang berperan dalam penularan penyakit infeksi, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya, sehingga diperlukan <em>repellent</em> yang aman dan efektif. Buah raspberry (<em>Rubus rosifolius</em> Sm.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, antosianin, dan senyawa fenolik untuk <em>repellent</em> alami. Tujuan penelitian ini memformulasikan ekstrak buah raspberry dalam bentuk sediaan <em>lotion</em>, mengevaluasi mutu fisik sediaan, serta menguji efektivitasnya sebagai <em>repellent</em> nyamuk. Ekstraksi bahan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam formula F0 (0%), F1 (2%), F2 (3%), dan F3 (4%). Evaluasi mutu fisik sediaan mencakup pengujian organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, serta pH. Uji efektivitas <em>repellent</em> dilakukan selama enam jam dengan mengamati jumlah nyamuk yang hinggap pada setiap formula. Analisis data yang digunakan uji statistik yang meliputi uji normalitas <em>Shapiro–Wilk</em>, uji homogenitas <em>Levene’s Test</em>, dilanjutkan dengan <em>One Way</em> ANOVA dan uji <em>post hoc</em> <em>Tukey</em> HSD pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian, semua formula menunjukkan karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan mutu sediaan yang telah ditetapkan. Peningkatan konsentrasi ekstrak buah raspberry berpengaruh signifikan terhadap efektivitas daya tolak nyamuk, dengan formula F3 (4%) menunjukkan efektivitas terbaik. Ekstrak buah raspberry (<em>Rubus rosifolius</em> Sm.) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan aktif alami dalam formulasi sediaan <em>lotion repellent</em> nyamuk</p> Anggrainy Eka Putri Eka Putri Wiyati Dede Handika Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 693 703 10.31850/makes.v9i3.4570 Identifikasi Flavonoid Ekstrak Fraksi Etil Asetat Daun Asam Jawa terhadap Streptococcus mutans https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4583 <p>Bakteri <em>Streptococcus mutans</em> diketahui memiliki peranan dalam proses terjadinya karies gigi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa flavonoid dalam ekstrak fraksi etil asetat daun asam jawa (<em>Tamarindus indica</em> L.), menganalisis kandungan flavonoid total, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap <em>Streptococcus mutans</em>. Daun asam jawa diekstraksi melalui proses maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan etil asetat. Keberadaan flavonoid dikonfirmasi melalui skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan kandungan flavonoid total dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan kuarsetin sebagai standar pada panjang gelombang 432 nm. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan teknik difusi cakram dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, menggunakan <em>chlorhexidine gluconate</em> 0,2% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak fraksi etil asetat positif mengandung flavonoid dengan kadar flavonoid total sebesar 4,091%. Nilai Rf sampel sebesar 0,94 dan Rf kuarsetin sebesar 0,88 menunjukkan selisih nilai Rf sebesar 0,06. Rerata diameter zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% masing-masing sebesar 11,74; 16,53; dan 21,48 mm, sedangkan kontrol positif menghasilkan diameter hambat sebesar 11,27 mm dan kontrol negatif tidak membentuk zona hambat. Analisis One-Way ANOVA memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p&lt;0,05), dengan konsentrasi 75% menghasilkan daya hambat paling tinggi. Dengan demikian, ekstrak fraksi etil asetat daun asam jawa positif mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>Streptococcus mutans</em>, dengan konsentrasi 75% sebagai perlakuan yang memberikan efektivitas terbaik</p> Intan Harlesi Devi Novia Tri Yanuarto Luky Dharmayanti Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 704 717 10.31850/makes.v9i3.4583 Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Infeksius terhadap Risiko Kesehatan Petugas Sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4559 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pengelolaan limbah medis infeksius di rumah sakit merupakan proses penanganan limbah yang mengandung mikroorganisme patogen dan berpotensi menularkan penyakit kepada manusia maupun mencemari lingkungan. <strong>Tujuan penelitian:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis infeksius terhadap risiko esehatan petugas sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. <strong>Bahan dan metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petugas sanitasi yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis infeksius. Aspek yang dievaluasi meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan sementara, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta risiko kesehatan yang dialami petugas. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk eseh serta uraian naratif. <strong>Hasil penelitian:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie pada umumnya telah mengikuti prosedur operasional yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam konsistensi penggunaan APD secara lengkap, peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, serta pengawasan selama proses pengelolaan limbah. Petugas sanitasi masih berpotensi mengalami paparan bahaya biologis, cedera akibat benda tajam, dan risiko infeksi akibat kontak langsung dengan limbah medis infeksius. <strong>Kesimpulan:</strong> Pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, pengawasan keselamatan kerja, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan APD secara konsisten untuk meminimalkan risiko kesehatan petugas sanitasi.</p> Zuraidah Inara Gani Makhrajani Majid Dirman Sudarman Muhammad Ikram Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 718 724 10.31850/makes.v9i3.4559 Evaluasi Pelaksanaan Kepatuhan Cleaning Service Dalam Pengelolaan Limbah Infeksius Di Rs Regional Dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4565 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pengelolaan limbah infeksius di rumah sakit memerlukan kepatuhan cleaning service terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah risiko penularan infeksi, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan. <strong>Tujuan Penelitian</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius serta mendeskripsikan pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP dalam pengelolaan limbah infeksius di RS Regional dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare.<strong> Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian berjumlah <strong>12 orang</strong>, yang terdiri atas <strong>1 koordinator cleaning service, 1 koordinator sanitasi, 9 petugas cleaning service sebagai informan utama, dan 1 tenaga kesehatan (perawat)</strong>. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius. <strong>Hasil penelitian</strong> menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service meliputi pengetahuan petugas mengenai SOP, sikap dan kesadaran terhadap keselamatan kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, pengawasan, serta dukungan manajemen rumah sakit. Pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh koordinator cleaning service, unit sanitasi, dan petugas K3 disertai penerapan aturan dan sanksi terhadap pelanggaran menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan petugas. Pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP secara umum telah berjalan dengan baik, ditunjukkan melalui pelaksanaan pemilahan limbah sesuai kategori, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, pengangkutan limbah menggunakan troli khusus, penyimpanan sementara sesuai ketentuan, serta penyerahan limbah kepada pihak ketiga berizin. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti kesalahan penempatan limbah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terjadi pada kondisi tertentu sehingga masih memerlukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan</p> <p>&nbsp;</p> Khusnul Khatima Makhrajani Majid Dirman Sudarman Muhammad Ikram Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 725 737 10.31850/makes.v9i3.4565 Uji Kandungan Gizi dan Organoleptik Cookies Tinggi Serat Ampas Kelapa Pisang Raja https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4585 <p>Sebanyak 97% masyarakat Indonesia mengonsumsi serat di bawah kecukupan harian (rata-rata 10,5 dari kebutuhan 29–37 gram/hari) serta pola makan remaja tinggi kalori rendah serat yang berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular sehingga diperlukan alternatif camilan tinggi serat berbahan pangan lokal. Penelitian ini mengembangkan <em>cookies</em> tinggi serat berbasis ampas kelapa dan pisang raja, yang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Pinrang yang belum dimanfaatkan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi serta daya terima (organoleptik) <em>cookies</em> berbasis ampas kelapa dan pisang raja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium yang membuat tiga formulasi, yaitu F1 (0% ampas kelapa), F2 (10% ampas kelapa), dan F3 (20% ampas kelapa) dengan jumlah pisang raja 15% pada tiap formulasi. Uji daya terima dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih berusia 15–19 tahun menggunakan uji hedonik, sedangkan analisis kandungan gizi dilakukan di laboratorium Kimia Pakan, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kadar serat sebanyak 2,43% seiring bertambahnya konsentrasi ampas kelapa, kadar protein menurun sebesar 0,74%, kadar lemak meningkat sebesar 4,19% dan kadar karbohidrat menurun sebesar 4,73%. Seluruh formulasi <em>cookies</em> dapat diterima dengan baik oleh panelis dengan skor rata-rata 3,27–4,17, dan F2 ditetapkan sebagai formulasi terbaik atas dasar keseimbangan gizi dan daya terima. Disimpulkan bahwa penambahan ampas kelapa berpengaruh terhadap kandungan gizi dan sebagian karakteristik organoleptik <em>cookies</em>, dengan formulasi F2 sebagai formulasi paling optimal yang berpotensi membantu meningkatkan asupan serat pada remaja.</p> Nilda Sasmita Nurlinda Nurlinda Sukmawati Thasim Fivit Febriani Malik Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 738 746 10.31850/makes.v9i3.4585 Penambahan Puree Wortel terhadap Penerimaan Sensori dan Mutu Gizi Sosis Ikan Cakalang https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4588 <p>&nbsp;</p> <p>Pangan fungsional berbasis bahan lokal berpotensi meningkatkan kualitas gizi dan nilai tambah hasil perikanan, namun penelitian yang mengintegrasikan evaluasi sensori dan kandungan gizi pada sosis berbahan dasar ikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penambahan <em>puree</em> wortel terhadap karakteristik organoleptik dan kandungan gizi sosis ikan cakalang serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan satu faktor dengan empat taraf substitusi <em>puree</em> wortel terhadap berat daging ikan, yaitu 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), dan 15% (P3); Uji organoleptik menggunakan uji hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih berusia 7–12 tahun, dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan uji <em>Wilcoxon signed-rank</em> pada taraf signifikansi 5%, sedangkan kandungan β-karoten, protein, lemak, dan kadar air dianalisis secara deskriptif. Penambahan <em>puree</em> wortel berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan (p=0,014), tetapi tidak terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa (p&gt;0,05); P1 memperoleh skor tertinggi pada empat dari lima atribut. Kandungan β-karoten meningkat dari 111,39 ppm (P0) menjadi 201,14 ppm (P3), sedangkan protein cenderung menurun dari 11,87% menjadi 9,10%; seluruh perlakuan memenuhi persyaratan SNI 7755:2013 untuk kandungan protein, lemak, dan kadar air. Penambahan <em>puree</em> wortel 5% (P1) ditetapkan sebagai formulasi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara penerimaan sensori dan peningkatan kandungan β-karoten, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis ikan bagi anak.</p> Ayu Andira Anggreni Haniarti Haniarti Sukmawati Thasim Rasidah Wahyuni Sari Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 747 755 10.31850/makes.v9i3.4588 Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Kelinci Jantan https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4591 <p>Luka bakar derajat II menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit yang menuntut penanganan yang cepat dan tepat, baik untuk mempercepat pemulihan maupun mencegah timbulnya infeksi. Tanaman lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) diketahui kaya akan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin, yang masing-masing berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menilai sejauh mana gel yang diformulasikan dari ekstrak etanol daun lempipi mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus), sekaligus mencari tahu konsentrasi manakah yang memberikan hasil paling optimal. Metode yang diterapkan berbentuk eksperimental, dengan membagi subjek penelitian ke dalam beberapa kelompok perlakuan: kelompok kontrol positif yang diberi Bioplacenton®, kelompok kontrol negatif yang hanya diberi basis gel tanpa kandungan zat aktif, kelompok yang diberi ekstrak daun lempipi tanpa proses formulasi gel, serta tiga kelompok gel ekstrak dengan konsentrasi berbeda, yaitu 2,5% (F1), 5% (F2), dan 7,5% (F3). Data berupa diameter luka yang diukur pada hari ketujuh selanjutnya diuji secara statistik memakai One-Way ANOVA, dan bila ditemukan perbedaan yang bermakna, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Dari hasil uji One-Way ANOVA, terlihat adanya perbedaan yang bermakna secara statistik di antara kelompok-kelompok yang diuji, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 42,764 dan nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05). Sementara itu, hasil uji lanjut Tukey HSD mengungkap bahwa kelompok F3 dengan konsentrasi 7,5% tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p = 0,793) ataupun kelompok yang hanya diberi ekstrak lempipi (p = 0,541). Sebaliknya, kelompok F3 justru menunjukkan perbedaan yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif, F1, maupun F2 (p ≤ 0,05). Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi gel ekstrak etanol daun lempipi dengan konsentrasi 7,5% merupakan pilihan yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.</p> Dhea Nur Andina Nurwani Purnama Aji Eka Putri Wiyati Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 756 765 10.31850/makes.v9i3.4591 Formulasi dan Evaluasi Tablet Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4589 <p>Jahe merah (<em>Zingiber officinale </em>var. Rubrum) mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berkhasiat sebagai antiinflamasi dan pereda nyeri, namun pemanfaatannya masih terbatas pada bentuk sediaan tradisional. Bentuk tablet dipilih karena memiliki stabilitas yang lebih baik, dosis lebih akurat, serta praktis digunakan dan disimpan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah menjadi sediaan tablet dan mengevaluasi karakteristik fisiknya pada dua variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian bersifat eksperimental kuantitatif yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasi, Fakultas Farmasi ITKeS Muhammadiyah Sidrap pada April–Juli 2026. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dibuat dua formula tablet dengan metode granulasi basah, yaitu Formula I (konsentrasi ekstrak 40%; 200 mg) dan Formula II (konsentrasi ekstrak 50%; 250 mg). Tablet yang dihasilkan dievaluasi meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, dan keregasan. Hasil penelitian menunjukkan kedua formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot (penyimpangan Formula I 4,5–6,7%; Formula II 2,7–6,4%) dan keregasan (Formula I 0,3%; Formula II 0,5%, terhadap ambang ≤1%). Rata-rata kekerasan Formula I sebesar 4,06 kgf dan Formula II 3,43 kgf; berdasarkan acuan 4–8 kgf, Formula I memenuhi batas minimum sedangkan Formula II berada di bawahnya. Formula I dengan konsentrasi ekstrak 40% menunjukkan karakteristik fisik tablet yang lebih optimal dibandingkan Formula II. Disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet dengan metode granulasi basah, dan peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik tablet yang dihasilkan.</p> Fitriana Bunyanis Raudhatul Jannah Amrianti Amrianti Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 766 772 10.31850/makes.v9i3.4589 Membangun Strategi Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar: Analisis Faktor Penghambat Berbasis Interpretative Structural Modeling (ISM) https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4598 <p>Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak sekolah dasar dan berkaitan dengan perilaku higiene, sanitasi lingkungan, keamanan pangan, serta efektivitas edukasi kesehatan. Kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan edukasi pencegahan diare memerlukan identifikasi faktor prioritas sebagai dasar penyusunan strategi intervensi. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor penghambat prioritas dalam edukasi pencegahan diare pada anak sekolah dasar di Kabupaten Tana Toraja menggunakan pendekatan Interpretative Structural Modeling (ISM). Identifikasi faktor dilakukan melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi pakar. Sebanyak 12 sub-elemen faktor penghambat dianalisis menggunakan Structural Self-Interaction Matrix (SSIM), Reachability Matrix, serta analisis Driver Power–Dependence.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor berada pada kuadran Independent dengan rata-rata driver power tertinggi (0,86) dan dependence terendah (0,45), yaitu rendahnya frekuensi edukasi kesehatan di sekolah, tingginya konsumsi jajanan tidak higienis oleh anak, serta rendahnya higiene dan sanitasi pedagang jajanan. Lima faktor berada pada kuadran Linkage dengan rata-rata driver power 0,81 dan dependence 0,61, meliputi lemahnya pengawasan konsumsi jajanan anak, penggunaan jamban yang tidak memenuhi standar sanitasi, rendahnya praktik pencucian buah dan sayuran, rendahnya penerapan PHBS di rumah tangga, serta rendahnya dukungan keluarga dalam penyediaan sarana cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor penghambat utama berkaitan dengan edukasi kesehatan sekolah dan keamanan pangan jajanan. Oleh karena itu, strategi pencegahan diare perlu difokuskan pada penguatan edukasi kesehatan, pembinaan pedagang jajanan, pengawasan konsumsi jajanan anak, serta peningkatan praktik PHBS dan sanitasi keluarga.</p> Sriayu Sarmila Andi Nuddin Nurlinda Nurlinda Usman Usman Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 773 788 10.31850/makes.v9i3.4598 Analisis Determinan Sikap, Motivasi dan Beban Kerja Perawat Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Dalam Pencegahan Infeksi Nasokomial https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/1789 <p>Industri semen merupakan salah satu sumber emisi polutan udara yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya, khususnya melalui paparan sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂). Kelompok anak dan dewasa memiliki karakteristik fisiologis dan pola pajanan yang berbeda, sehingga berpotensi menunjukkan tingkat risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan risiko kesehatan akibat paparan SO₂ dan NO₂ antara kelompok anak dan dewasa di sekitar kawasan industri semen.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA) yang dilakukan pada delapan lokasi permukiman di sekitar PT Semen Tonasa, Sulawesi Selatan, pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 160 responden, yaitu 80 anak dan 80 dewasa yang dipilih secara purposive sampling. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi SO₂ dan NO₂, nilai intake, serta Risk Quotient (RQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi SO₂ dan NO₂ masing-masing berada pada kisaran 16,1–51,3 µg/m³ dan 16,9–46,2 µg/m³, yang masih berada di bawah baku mutu kualitas udara ambien. Secara komparatif, kelompok dewasa menunjukkan nilai intake dan RQ yang lebih tinggi pada kondisi realtime, sedangkan kelompok anak menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada proyeksi pajanan jangka panjang (lifetime). Seluruh nilai RQ masih berada di bawah 1, yang menunjukkan bahwa paparan belum menimbulkan risiko kesehatan non-karsinogenik secara signifikan. Meskipun demikian, perbedaan pola risiko antara kedua kelompok menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak jangka panjang, sementara dewasa lebih terpengaruh oleh paparan jangka pendek. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kelompok rentan dalam pengelolaan kualitas udara di kawasan industri</p> Syifa Najwa Yusuf Saiful Riza Riyan Mulfianda Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 789 801 10.31850/makes.v9i3.1789 Analisis Faktor Risiko Dermatitis Kontak Pada Nelayan di Pesisir Kota Parepare https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4602 <p>Dermatitis merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang rentan terjadi pada nelayan karena aktivitas kerja melibatkan kontak dengan air laut, pajanan sinar matahari, lingkungan lembap, serta berbagai bahan iritan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kejadian dermatitis dan menganalisis hubungan personal hygiene, penggunaan alat pelindung diri (APD), lama kerja, paparan air laut, dan pajanan sinar matahari dengan kejadian dermatitis pada nelayan di wilayah pesisir Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan pengukuran variabel secara cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 nelayan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,6% responden memiliki indikasi dermatitis. Personal hygiene berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,004). Berdasarkan perhitungan dari tabulasi silang, penggunaan APD juga menunjukkan hubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,018). Sementara itu, durasi kerja tidak berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,355). Paparan air laut tidak menunjukkan hubungan dengan dermatitis (p=0,778), demikian pula pajanan sinar matahari (p=0,062). Disimpulkan bahwa faktor perilaku berupa kebersihan diri dan penggunaan APD merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan dermatitis pada nelayan. Peningkatan edukasi mengenai kebersihan diri, penggunaan APD secara konsisten, dan perawatan kulit setelah melaut diperlukan untuk mengurangi gangguan kesehatan kulit pada nelayan Kota Parepare.</p> Diva Aprilya Rahmi Amir Dirman Sudarman Muhammad Ikram Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 802 809 10.31850/makes.v9i3.4602 Kerentanan Kesehatan Masyarakat Pesisir terhadap Penumpukan Sampah: Analisis Etnografi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4603 <p>Wilayah pesisir merupakan ruang hidup strategis bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, tetapi menghadapi tekanan lingkungan berupa penumpukan sampah yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Di wilayah pesisir Kota Parepare, khususnya Lakessi, Cempae, dan Soreang, penumpukan sampah dapat memicu berkembangnya vektor penyakit serta meningkatkan risiko diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan gangguan kesehatan berbasis lingkungan lainnya. Kerentanan kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi kondisi lingkungan fisik, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial-budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, perilaku masyarakat, serta kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pesisir akibat penumpukan sampah dengan memahami aspek sosial, budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, relasi masyarakat dengan lingkungan, dan kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan. Informan dipilih secara purposive sebanyak empat orang, terdiri atas petugas Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat pesisir. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah dan program kesehatan lingkungan yang responsif terhadap kondisi masyarakat pesisir</p> Nuralfirah Nuralfirah Andi Nuddin Rahmi Amir Haniarti Haniarti Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 810 815 10.31850/makes.v9i3.4603 Perbandingan Risiko Kesehatan Paparan SO₂ dan NO₂ pada Anak dan Dewasa di Kawasan Industri Semen https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4454 <p>Industri semen merupakan salah satu sumber emisi polutan udara yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya, khususnya melalui paparan sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂). Kelompok anak dan dewasa memiliki karakteristik fisiologis dan pola pajanan yang berbeda, sehingga berpotensi menunjukkan tingkat risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan risiko kesehatan akibat paparan SO₂ dan NO₂ antara kelompok anak dan dewasa di sekitar kawasan industri semen.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA) yang dilakukan pada delapan lokasi permukiman di sekitar PT Semen Tonasa, Sulawesi Selatan, pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 160 responden, yaitu 80 anak dan 80 dewasa yang dipilih secara purposive sampling. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi SO₂ dan NO₂, nilai intake, serta Risk Quotient (RQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi SO₂ dan NO₂ masing-masing berada pada kisaran 16,1–51,3 µg/m³ dan 16,9–46,2 µg/m³, yang masih berada di bawah baku mutu kualitas udara ambien. Secara komparatif, kelompok dewasa menunjukkan nilai intake dan RQ yang lebih tinggi pada kondisi realtime, sedangkan kelompok anak menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada proyeksi pajanan jangka panjang (lifetime). Seluruh nilai RQ masih berada di bawah 1, yang menunjukkan bahwa paparan belum menimbulkan risiko kesehatan non-karsinogenik secara signifikan. Meskipun demikian, perbedaan pola risiko antara kedua kelompok menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak jangka panjang, sementara dewasa lebih terpengaruh oleh paparan jangka pendek. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kelompok rentan dalam pengelolaan kualitas udara di kawasan industri.</p> <p>&nbsp;</p> Evi Aprianti Radjiman Uswatun Hasanah Nur Ilmi Mardatillah Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan 2026-09-11 2026-09-11 9 3 816 827 10.31850/makes.v9i3.4454