https://jurnal.umpar.ac.id/makes/issue/feedJurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan2026-01-11T15:11:30+08:00Usmanusman_health@yahoo.co.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Ilmiah <strong>MANUSIA DAN KESEHATAN </strong>dengan eISSN : 2614-3151 <em>pISSN : 2614-5073 </em><em>merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil </em><em>penelitian, laporan kasus, </em><em>makalah ilmiah</em><em> atau kajian analitis-kritis di bidang </em><em>manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan</em><em>. </em><em>Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal, meliputi : Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan Reproduksi, Promosi Kesehatan dan Keselamatan & Kesehatan Kerja. </em><em>Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN diterbitkan Oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare</em></p>https://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/3821Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Menggunakan Media Leafleat Tentang Pemantauan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling2026-01-11T13:57:14+08:00Yeni Fatmasariyenipatmasaei20@gmail.comRiyanti Riyantiyenipatmasaei20@gmail.comFitri Eka Sariyenipatmasaei20@gmail.comSamino Saminoyenipatmasaei20@gmail.comBandar Lampung ranks fourth in the prevalence of stunting (44.6) in Lampung province after Central Lampung (52.7%), Pesawaran (50.8%), Metro (47.3%). According to the 2014 Nutritional Status Assessment data, the highest prevalence of stunting in toddlers in the Bandar Lampung area is in Rajabasa District (55.6%), the second highest is in Kemiling District (39.6%). The nutritional status of malnutrition in the Kemiling Health Center has increased every year from 1.8% in 2020 to 2.4% in 2021. The aim was to determine the differences in knowledge and attitudes of mothers before and after counseling using leaflet media on monitoring the nutritional status of toddlers in the Kemiling Health Center Work Area. This study is a quantitative study using an experimental method with a population of 1150 mothers of toddlers and a sample of 98 respondents. The sampling technique used was Purposive Sampling. Data were tested univariately and bivariately using the Paired Sample T-Test. The results of the study showed that the nutritional status of toddlers at the Kemiling Health Center was mostly normal nutritional status of 68 toddlers (69.4%), overnutrition of 22 toddlers (22.4%) and undernutrition of 8 toddlers (8.2%). The average value of knowledge of toddler mothers increased before counseling using leaflet media, namely 7.78 (64.8%) and after counseling using leaflet media to 9.22 (76.8%). The average value of attitudes of toddler mothers increased before counseling using leaflet media, namely 41.22 (68.7%) and after counseling using leaflet media to 50.49 (84.1%). There was a difference in knowledge (p-value 0.000) and attitudes (p-value 0.000) of toddler mothers before and after the distribution of leaflets related to monitoring toddler nutrition at the Kemiling Health Center, Bandar Lampung.</em></p> <p><em>Keywords : Nutritional Status, Leaflet, Toddlers, Monitoring</em></p>2026-01-09T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/3833Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Serta Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling 2026-01-11T14:03:40+08:00Fina Handayanifinahandayani2209@gmail.comNurul Aryastutifinahandayani2209@gmail.comFitri Eka Sarifinahandayani2209@gmail.comDhiny Easter Yantifinahandayani2209@gmail.comLess than half of infants under 6 months of age receive exclusive breastfeeding. Indonesia's exclusive breastfeeding coverage in 2022 was recorded at only 67.96%, down from 69.7% in 2021. The average length of time a child is breastfed in Lampung Province is 11.35 months. This shows that on average, infants in Lampung Province have received breast milk for more than 6 months but not reaching 24 months. The purpose of the study was to determine the relationship between maternal knowledge and maternal attitudes and family support with exclusive breastfeeding in the Kemiling Health Center Work Area. This study is a quantitative study with a Cross Sectional design. The population is all mothers who have toddlers in the Kemiling Health Center Work Area totaling 648 respondents and a sample of 97 respondents using a purposive sampling technique with a questionnaire sheet. The study was conducted in the Kemiling Health Center Work Area and was conducted in August-October 2024. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis. The results of the study showed that 54 people (55.7%) gave exclusive breastfeeding and 43 people (44.3%) did not give exclusive breastfeeding, 47 people (48.5%) had poor knowledge and 50 people (51.5%) had good knowledge, 44 people (45.4%) had negative attitudes and 53 people (54.6%), 66 people (68.0%) had positive family support and 31 people (32.0%) did not have family support. There was a significant relationship between maternal knowledge (p-value 0.021) and maternal attitude (p-value) and there was no relationship between family support (p-value 1.000) and exclusive breastfeeding at the Kemiling Health Center, Bandar Lampung.2026-01-09T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/3920Evaluasi Implementasi Home Visit Pada Program Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Leppangang Kabupaten Pinrang2026-01-11T09:31:15+08:00Fadilah Sudirmandilad5468@gmail.comMakhrajani Majidninimakhrajani@gmail.comRasidah Wahyuni Sarirsdhwahyuni@gmail.comHaniartihaniarti.umpar@gmail.comSukmawati Thasimsukmawati.thasim@gmail.com<p>Lanjut usia merupakan kelompok rentan dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, terutama yang memiliki hambatan mobilitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program <em>home visit</em> dalam layanan Posyandu Lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi <em>home visit</em>, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan solusi untuk meningkatkan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2025 di Puskesmas Leppangang, Kabupaten Pinrang. Sebanyak 10 informan dilibatkan, terdiri atas kepala puskesmas, tenaga medis, kader posyandu, dan lansia penerima layanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan <em>home visit</em> telah dilaksanakan namun bersifat reaktif dan belum terjadwal seperti layanan Posyandu Lansia pada umumnya. Hambatan utama meliputi kekurangan tenaga, keterbatasan alat, rendahnya dukungan keluarga, serta pencatatan data yang masih manual. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan <em>home visit</em> belum berjalan optimal dan belum terintegrasi penuh dengan layanan Posyandu Lansia. Saran perbaikan meliputi pelatihan petugas, pencatatan digital, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemberian pemeriksaan kesehatan gratis seperti pemeriksaan mata, tekanan darah, dan pernapasan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi lansia dan memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Home Visit</em>, Posyandu Lansia, Lansia, Implementasi, Evaluasi</p>2026-01-11T09:31:15+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4043Studi Komparasi Pemberian Rebusan Kayu Manis dan Daun Kelor terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi2026-01-11T14:12:01+08:00Iskandar Iskandarfiranurafriana9@gmail.comFira Nur Afrianafiranurafriana9@gmail.comMaimun Tharidafiranurafriana9@gmail.comYullyzar Yullyzarfiranurafriana9@gmail.comHypertension is a non-communicable disease that is one of the public health problems and is often referred to as a silent killer because it is a disease that can cause sudden death. This disease often does not cause symptoms and can cause complications over a long period of time. One of the herbal drinks that can lower blood pressure in people with hypertension is cinnamon and moringa leaf tea. The purpose of this study was to determine the effect of a comparative study of the administration of cinnamon decoction and Moringa leaves on lowering blood pressure in patients with hypertension. The research design is a comparative study with a two group pretest posttest design approach. The population in this study were all hypertensive patients as many as 41 people and a sample size of 30 people with purposive sampling technique. Data collection instruments use observation sheets. This research was conducted in Ceurih Village Ulee Kareng District Banda Aceh City from May 1 to 15, 2025. Data analysis using paired and independent sample t-tests. The results showed that there was an effect before and after giving cinnamon decoction on blood pressure reduction (p-value = 0.000) and there was an effect before and after giving moringa leaf decoction on blood pressure reduction (p-value = 0.000). Then there is a difference between the administration of cinnamon and moringa leaf decoction on blood pressure reduction (p-value = 0.010). The conclusion of this study is that there is an effect of giving a decoction of cinnamon and moringa leaves on lowering blood pressure in patients with hypertension.2026-01-09T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4020Evaluasi Pelayanan Kesehatan bagi Peserta BPJS di RSUD Madising Kabupaten Pinrang2026-01-11T09:48:33+08:00Umar Darwismamagizel95@gmail.comUsman Usmanusmandadeng86@gmail.comRasidah Wahyuni Sarirsdhwahyuni@gmail.comHerlina Muinmamagizel95@gmail.comRahmi Amirammiandjala@gmail.comThis study aims to evaluate the quality of healthcare services at RSUD Madising using the RATER model, which includes five key dimensions: responsiveness, assurance, tangibles, empathy, and reliability. Data were collected through interviews with informants who had direct experience with the hospital's services. The findings indicate that RSUD Madising has provided relatively good and responsive care in addressing patients’ needs. The readiness of medical personnel, especially nurses, and the use of empathetic communication are among the main strengths observed. Despite challenges such as limited staff, particularly during night shifts, the hospital maintains service quality through regular supervision, well-maintained medical facilities, and a clean, comfortable environment. Furthermore, the hospital’s humane approach to emergency patients and inclusive policies for underprivileged individuals reflect its commitment to equity and patient safety. The evaluation of administrative procedures and the active involvement of patients through satisfaction surveys further support a responsive and accountable healthcare system. This study concludes that optimal service quality is not solely determined by technical competence, but also by humanistic values, effective communication, and sound service management.2026-01-11T09:48:33+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4006Studi Ketimpangan Akses Pelayanan Kesehatan Peserta BPJS di Pedesaan dan Perkotaan2026-01-11T10:07:50+08:00Alhairina Naserrhinanaser298@gmail.comHaniarti Haniartihaniarti.umpar@gmail.comRasidah Wahyuni Sarirsdhwahyuni@gmail.comHerlina Muinrhinanaser298@gmail.comNurlinda Nurlindanurlinda3101@gmail.comThe disparity in access to health services between rural and urban areas is a challenge in the implementation of the National Health Insurance (JKN) program by BPJS Kesehatan. This study aims to determine the relationship between geographic, socioeconomic, and government policy factors on access to BPJS services in Curio District, Enrekang Regency. The study used a quantitative-descriptive approach with an accidental sampling technique on 88 respondents (44 rural and 44 urban). The results of the chi-square test showed that there was no significant relationship between geographic factors (p = 0.658) and government policies (p = 0.658) with access to BPJS services. However, there was a significant relationship between socioeconomic factors (education, occupation, income) and access to BPJS services (p = 0.03). The conclusion of this study is that inequality in access is more influenced by socioeconomic factors than geography and policies. Therefore, it is recommended that the government strengthen health literacy, build health infrastructure in rural areas, and increase the effectiveness of BPJS policy dissemination evenly. Efforts to equalize services need to be focused on strengthening economic capacity and educating the public to optimize the use of BPJS services in a fair manner2026-01-11T10:07:50+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4017Penerapan Kebijakan Kamar Rawat Inap Standar Di Rumah Sakit Di Kota Parepare2026-01-11T10:29:25+08:00Rainer Schumacher Rafael Budiawanrainerschumacher412@gmail.comSyarifuddin Yusufyusufsyarif64@gmail.comMakharajani Majidninimakhrajani@gmail.comUsman Usmanusmandadeng86@gmail.comHerlina Muinninimahkrajani@gmail.comEquitable and high-quality healthcare is a fundamental right that must be fulfilled for all citizens. In an effort to reform the inpatient care system, which has long been considered unjust, the Indonesian government through BPJS Kesehatan has established the Standard Inpatient Class (KRIS) policy. This policy aims to equalize the standards of inpatient rooms in all hospitals regardless of the participant's economic status. This study aims to evaluate the readiness of hospitals in Parepare City in implementing the KRIS policy. The research uses a qualitative approach with observation techniques and in-depth interviews involving 12 informants from three hospitals: RS. Andi Makkasau, RS. dr. Hasri Ainun Habibie, and RS. Fatima. The aspects analyzed include facilities and infrastructure, management, human resources, and funding. The findings show that all hospitals have allocated 40–45% of beds to support KRIS and formed dedicated implementation teams. However, fulfillment of the 12 KRIS criteria still faces several challenges, especially regarding oxygen outlets and the nurse call system. The study concludes that despite technical and resource challenges, hospitals in Parepare City are generally ready to implement KRIS ahead of the national deadline in June 2025. Hospitals are advised to conduct in-depth analysis on unmet criteria, strengthen KRIS teams through training, broaden policy socialization, and optimize budgeting and time management strategies.2026-01-11T10:29:25+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4055Analisis Dampak Penggunaan Game Online terhadap Kecerdasan Emosi dan Tingkat Kecemasan pada Siswa2026-01-09T09:03:16+08:00Syarifah Masthuradheanatasha3@gmail.comDhea Natashadheanatasha3@gmail.comMuhammad Armiyadidheanatasha3@gmail.com<p><em>Game online</em> merupakan permainan yang dimainkan oleh seseorang melalui jaringan internet. Dampak <em>game online</em> secara menyeluruh dapat mempengaruhi kesehatan mental. Selain itu, <em>game online</em> dapat mempengaruhi fungsi kognitif, dan kecerdasan emosi serta memicu perubahan perilaku. Bermain <em>game online</em> dengan kurun waktu yang lama atau secara berlebihan dapat berpengaruh negatif serta kecanduan. Hal ini akan berpengaruh pada kecerdasan emosi dan kecemasan pada seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan <em>game online</em> terhadap kecerdasan emosi dan tingkat kecemasan pada siswa. Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain <em>cross sectional study.</em> Populasi yaitu seluruh siswa kelas XI sebanyak 277 orang dengan teknik pengambilan sampel <em>purposive sampling</em> menggunakan rumus Slovin sebanyak 73 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh pada tanggal 22-26 April tahun 2025. Analisis data bivariat menggunakan uji <em>Chi Square</em>. Hasil penelitian pengaruh penggunaan <em>game online</em> terhadap kecerdasan emosi pada siswa didapatkan p<em>-value</em> = 0,000 (p < 0.05). Kemudian pengaruh penggunaan <em>game online</em> terhadap tingkat kecemasan pada siswa didapatkan p<em>-value</em> = 0,000 (p < 0.05). Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh penggunaan <em>game online</em> terhadap kecemasan emosi dan tingkat kecemasan pada siswa.</p>2026-01-09T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4063Pengaruh Body Image terhadap Perilaku Bullying pada Remaja di Sekolah MAN 1 Pidie Jaya Provinsi Aceh2026-01-09T09:22:56+08:00Raihan Kamilaraihankamila3@gmail.comMuhammad Iqbal Sraihankamila3@gmail.comCut Oktaviyanaraihankamila3@gmail.com<p><em>Bullying </em>merupakan salah satu jenis perilaku agresif dimana seseorang dengan sengaja menyebabkan cedera berulang kali terhadap orang lain. Salah satu penyebab timbulnya perilaku <em>bullying</em> yaitu karena adanya persepsi terhadap <em>body image </em>orang lain. <em>Bullying</em> terhadap <em>body image</em> akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan, tidak hanya bagi korban tetapi juga bagi pelakunya. Pelaku <em>bullying</em> akan terperangkap dalam perannya sebagai pelaku <em>bullying</em>, mereka tidak dapat membangun hubungan yang sehat, kurang mampu melihat dari sudut pandang lain, tidak memiliki empati sehingga akan berdampak pada pola hubungan sosialnya dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh <em>body image </em>terhadap perilaku <em>bullying </em>pada remaja. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional study.</em> Populasi yaitu seluruh remaja kelas X dan XI sebanyak 180 orang dengan teknik pengambilan sampel <em>purposive sampling</em> menggunakan rumus Slovin sehingga jumlah sampel sebanyak 64 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian telah dilaksanakan di Sekolah MAN 1 Pidie Jaya pada tanggal 18 s/d 21 Juni 2025. Berdasarkan hasil uji <em>chi square</em> pengaruh <em>body image </em>terhadap perilaku <em>bullying </em>pada remaja didapatkan nilai <em>sig </em>sebesar 0,000 (p < 0.05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh <em>body image </em>terhadap perilaku <em>bullying </em>pada remaja di sekolah MAN 1 Pidie Jaya.</p>2026-01-09T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4010Dampak Kebijakan Pembatasan Iklan Rokok Terhadap Perilaku Merokok Remaja2026-01-11T10:50:25+08:00Ramlah Rramlahrahim845@gamil.comUsman Usmanusmandadeng86@gmail.comFitriani Umarfitrah.gizi@gmail.comNurlinda Nurlindanurlinda3101@gmail.comRini Anggraenyanggraenyrini3@gmail.comAdolescent smoking behavior in Pinrang Regency remains high despite government policies restricting cigarette advertising. This study aims to evaluate the effectiveness of these policies on smoking prevalence among adolescents. A descriptive qualitative method was applied with 21 informants, including adolescent smokers, parents, and village staff, through interviews, observation, and documentation. The findings show that the policy has not been fully effective, as adolescents are still exposed to cigarette advertisements via social media and their surroundings. Contributing factors include peer influence, curiosity, lack of parental supervision, and the perception of smoking as a symbol of maturity. Smoking not only causes health problems but also affects social aspects such as academic performance and the risk of dropping out of school. More comprehensive interventions from families, schools, and the government are needed to control adolescent smoking behavior.2026-01-11T10:50:25+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4093Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Melakukan Triase Metode Start Pada Relawan Bencana Lhokseumawe2026-01-09T10:14:48+08:00Siti Hanifahsiti.190610012@mhs.unimal.ac.idAdi Rizkasiti.190610012@mhs.unimal.ac.idCut Khairunnisasiti.190610012@mhs.unimal.ac.idSeorang relawan harus sigap dalam melakukan pertolongan pertama kepada korban bencana sebelum dikirimkan ke pelayan kesehatan. Bentuk pertolongan pertama yang dilakukan oleh relawan di lapangan adalah dengan melakukan triase. Triase sering digunakan dalam kejadian bencana adalah triase metode START (Simple Triage and Rapid Treatment). Triase metode START sistem pengurutan yang sederhana dan mudah digunakan atau diterapkan dalam pemilihannya dengan menggunakan warna merah, hijau, kuning dan hitam. Kota Lhokseumawe merupakan daerah yang rawan bencana karena secara geografis kota ini merupakan daerah pesisir. Hal ini didukung dengan letak geografis Aceh yang dianggap sebagai ring of fire di Samudera Pasifik yang menjadikan Aceh dan daratannya sebagai pusat gempa dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap melakukan triase metode START pada relawan bencana di Kota Lhokseumawe tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang diperoleh dari total sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan relawan tentang triase metode START dalam kategori baik, yaitu sebanyak 63 orang (78,8%), sedangkan hasil penelitian sikap relawan tentang triase metode START dalam kategori positif, yaitu sebanyak 49 orang (61,3%). Hasil uji penelitian menggunakan chi square didapatkan p value <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap relawan. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap relawan bencana dimana semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin positif sikap relawan dalam melakukan triase metode START. Kata Kunci : Pengetahuan; Sikap; Relawan; Triase Metode START . 2026-01-09T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4011Analisis Faktor Risiko Dermatitis Kontak Pada Nelayan Rumput Laut Di Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu 2026-01-11T11:06:11+08:00Nurfasira Nurfasiranurfasira23@gmail.comUsman Usmanusmandadeng86@gmail.comRini Anggraenyanggraenyrini@gmail.comSukmawati Thasimumma.thasim@gmail.comHenny Kumaladewi Hengkiheni02_epidUH@yahoo.comDermatitis in seaweed fishermen is a health problem often caused by direct exposure to seawater, chemicals, and sub-ideal working conditions. This study aims to analyze the risk factors for contact dermatitis in seaweed fishermen in Ponrang District, Luwu Regency. This study used a quantitative research method with a cross-sectional design. The sample consisted of 86 seaweed fishermen from Mario, Tirowali, and Muladimeng villages, selected using a proportional random sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents (61.8%) had experienced contact dermatitis. There was a significant relationship between the duration of seawater exposure (p0.003), the use of PPE (p0.000), and personal hygiene (p=0.013) with the incidence of contact dermatitis. However, the cleanliness of the work environment did not show a significant relationship (p=0.265). It can be concluded that the duration of seawater exposure of 8 hours, inconsistent use of PPE, and poor personal hygiene are significant risk factors for the incidence of contact dermatitis. 2026-01-11T11:06:11+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4125Upaya Puskesmas Kalideres Dalam Deteksi Dini dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri2026-01-11T14:33:29+08:00Tiarma Talenta Theresiatiarma@trisakti.ac.idSri Lestaritiarma@trisakti.ac.idHelvyda Saritiarma@trisakti.ac.idJane Sidabutatiarma@trisakti.ac.idCecilia Marlianitiarma@trisakti.ac.idAdellia Fikriyantitiarma@trisakti.ac.idAlyah Herianditiarma@trisakti.ac.idBeatrice Aprilia Yaputritiarma@trisakti.ac.idClarissa Wiemputri Wangsatiarma@trisakti.ac.idDinda Syafiqa Ameliatiarma@trisakti.ac.idFelicia Amandatiarma@trisakti.ac.idGandiz Ayu Nabilahtiarma@trisakti.ac.idAnemia pada remaja putri umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi akibat menstruasi, pola makan tidak seimbang, dan kebiasaan diet. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Data nasional dan lokal menunjukkan peningkatan prevalensi anemia pada remaja,, yang menegaskan urgensi pelaksanaan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Puskesmas Kalideres turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan anemia remaja di wilayahnya. Tujuan: Mengetahui upaya Puskesmas Kalideres dalam deteksi dini dan penanggulangan anemia pada remaja. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Kalideres tahun ajaran 2023/2024. Hasil: Dari 5150 remaja putri yang menjadi sasaran, sebanyak 5.077 (98,58%) telah menjalani skrining kadar hemoglobin. Jumlah remaja putri kelas 7 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.431 (49,62%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 600 (20,81%), anemia sedang sebanyak 825 (28,61%), anemia berat sebanyak 6 (0,21%). Sedangkan total remaja putri kelas 10 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.328 (60,56%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 666 (30,37%), anemia sedang sebanyak 651 (29,69%), anemia berat sebanyak 11 (0,50%). Penanggulangan dilakukan melalui skrining anemia di sekolah, pemberian TTD sesuai tingkat anemia, edukasi gizi, dan rujukan kasus anemia berat ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Puskesmas Kalideres menjalankan program deteksi dini dan penanggulangan anemia dengan cakupan luas serta pendekatan multisektoral yang efektif dalam mengidentifikasi dan menangani anemia pada remaja putri.2026-01-09T10:30:42+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4126Upaya Peningkatan Kemandirian Keluarga Rawan Hipertensi di Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma Tahun 20242026-01-11T14:51:54+08:00Tiarma Talenta Theresiatiarma@trisakti.ac.idSri Lestaritiarma@trisakti.ac.idSusilo Widyantotiarma@trisakti.ac.idPutu Kayla Amarasenjatiarma@trisakti.ac.idThalia Carissa Maharanitiarma@trisakti.ac.idNathania Maharani Rebeccatiarma@trisakti.ac.idAliyah Azzahratiarma@trisakti.ac.idFathimah Az Zahratiarma@trisakti.ac.idInayah Achmad Syarief Btiarma@trisakti.ac.idMichael Putra Wigunatiarma@trisakti.ac.idNaya Hamidahtiarma@trisakti.ac.idDinda Nasywa Salsabilatiarma@trisakti.ac.idHipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan komplikasi serius, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada usia produktif, sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan sejak dini. Peningkatan kemandirian keluarga melalui Asuhan Keperawatan Keluarga menjadi strategi penting untuk mengendalikan hipertensi secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan : untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga rawan hipertensi di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma sebagai dasar penyusunan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi. Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional yang menggambarkan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma. Data sekunder diperoleh dari laporan proyek Tim PKM PENARI dan dianalisis untuk menilai hubungan antara upaya kemandirian dan kondisi keluarga rawan hipertensi. Hasil : Berdasarkan data Puskesmas Grogol Petamburan tahun 2024, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan 24.793 kasus. Wilayah Wijaya Kusuma tercatat sebagai penyumbang kasus hipertensi tertinggi sebanyak 3.747 kasus. Kasus hipertensi berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, dengan 1.891 kasus pada laki-laki dan 1.856 pada perempuan. Tingkat kemandirian pasien hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma sebanyak 3.747 KK untuk tingkat kemandirian I, II, III, dan IV. Kesimpulan : Hipertensi menjadi kasus terbanyak di Wijaya Kusuma pada tahun 2024 dengan 3.747 kasus, dan intervensi inovatif Puskesmas berhasil meningkatkan kemandirian keluarga hingga 100% pada Level IV.2026-01-09T10:51:08+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4127Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 20242026-01-11T15:11:30+08:00Tiarma Talenta Theresiatiarma@trisakti.ac.idSri Lestaritiarma@trisakti.ac.idAndriani Andrianitiarma@trisakti.ac.idWilbert Alvin Genesis Cokrotiarma@trisakti.ac.idMaria Rini Wulan Dharitiarma@trisakti.ac.idKhairunnisa Febiantitiarma@trisakti.ac.idNabila Cetta Prayitno Putritiarma@trisakti.ac.idNing Tyas Damayantitiarma@trisakti.ac.idPutri Maharanitiarma@trisakti.ac.idRaynita Rosalinda Angelinetiarma@trisakti.ac.idSalma Athiya Parkesittiarma@trisakti.ac.idSeptina Sabilla Lubistiarma@trisakti.ac.idSyafiera Emelia Putritiarma@trisakti.ac.idTuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.2026-01-09T11:01:36+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4014Faktor yang Memengaruhi Pasien Rawat Inap Pulang Atas Permintaan Sendiri di Puskesmas Teppo2026-01-11T13:30:55+08:00Nurfaiqa Nurfaiqanurfaiqa310@gmail.comUsman Usmanusmandadeng86@gmail.comNurlinda Nurlinda Nurlinda3101@gmail.comHerlina Muinherlinamuin@gmail.comAyu Dwi Putri Rusman ayudwiputi88@yah00.co.idDischarge Against Medical Advice (DAMA) is a phenomenon where inpatients terminate their treatment before being medically declared recovered, which can increase the risk of complications and affect the quality of healthcare services. This study aims to analyze the factors causing inpatients to perform DAMA at Teppo Public Health Center, Pinrang Regency. This research employed a qualitative method with a phenomenological approach, involving eight DAMA patients, one nurse, and the head of the health center as informants, using in-depth interviews and observations for data collection. The data ware analyzed using MAXQDA software through coding and thematic analysis. The results revealed four main factors influencing patients to perform DAMA: patients' subjective perception of feeling better despite medically requiring further treatment, family support encouraging patients to go home due to economic reasons, home comfort, and trust in traditional medicine, psychological factors such as boredom, anxiety, restlessness, discomfort, and feelings of awkwardness during hospitalization, and socio-cultural factors including the belief that traditional medicine is more effective and the cultural preference for home-based recovery. This study recommends the need for patient and family education regarding the risks of DAMA, the enhancement of effective communication, and culturally responsive healthcare services to reduce the DAMA rate at Teppo Public Health Center.2026-01-11T13:30:54+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4115Tinjauan Literatur : Interaksi Berbagai Faktor Risiko Gangguan Pendengaran Akibat Bising “Noise-Induced Hearing Loss” (NIHL)2026-01-09T11:16:42+08:00Calista Putri Maharanicalistaputrii287@gmail.comWinda Trijayanthi Utamacalistaputrii287@gmail.comNanda Fitri Wardanicalistaputrii287@gmail.comSutarto Sutartocalistaputrii287@gmail.comNoise-Induced Hearing Loss (NIHL) is one of the most prevalent occupational diseases worldwide, yet prevention efforts remain suboptimal. Traditional linear models focusing solely on noise intensity have failed to capture the multifactorial nature of this condition. This study is a narrative literature review aimed at analyzing the multifactorial interactions among biological, environmental, and behavioral factors contributing to NIHL. Literature was searched through PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar databases using inclusion criteria for studies published between 2010 and 2024. Of 86 identified articles, five key studies were selected for synthesis. The findings reveal that NIHL is primarily triggered by high-intensity noise exposure, further amplified by temporal characteristics of noise (kurtosis), combined exposure to dust or ototoxic chemicals, and modulated by age, work duration, and individual behaviors such as smoking and compliance with hearing protection. In conclusion, NIHL is best understood as the outcome of a multifactorial risk network, emphasizing the need for a paradigm shift toward holistic, personalized, and evidence-based prevention strategies. Keywords: Hearing Loss; Noisy, NIHL; multifactorial risk; literature review 2026-01-09T11:16:41+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4118Determinasi Faktor Lingkungan dan Individu terhadap Kejadian Sick Building Syndrome: Tinjauan Literatur2026-01-09T11:29:10+08:00Asyifa Dinda Putriasyifadindaputri@gmail.comWinda Trijayanthi Utamaasyifadindaputri@gmail.comNanda Fitri Wardaniasyifadindaputri@gmail.comSutarto Sutartoasyifadindaputri@gmail.comABSTRAK Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat. Faktor lingkungan fisik, karakteristik individu, dan aspek psikososial diketahui berperan penting terhadap kejadian SBS di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian SBS berdasarkan hasil tinjauan literatur terkini di Indonesia. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap lima artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu membahas hubungan antara kondisi lingkungan fisik, faktor individu, dan aspek psikososial dengan kejadian SBS pada pekerja perkantoran. Hasil telaah menunjukkan bahwa suhu udara, pencahayaan, kadar debu, dan paparan formaldehida merupakan faktor lingkungan utama penyebab SBS. Faktor individu seperti umur, jenis kelamin, masa kerja, dan perilaku merokok berperan memperkuat pengaruh lingkungan, sedangkan stres kerja dan kepuasan kerja rendah memperburuk persepsi gejala. SBS merupakan kondisi multifaktorial yang muncul akibat interaksi antara faktor lingkungan, individu, dan psikososial. Pencegahan dan pengendalian SBS perlu dilakukan melalui pendekatan biopsikososial yang terintegrasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Kata kunci :Sick Building Syndrome; faktor lingkungan; biopsikososial 2026-01-09T11:29:10+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4016Upaya Orang Tua Dalam Meminimalkan Dampak Negatif Penggunaan Smartphone Pada Anak Di Rontojali2026-01-11T11:24:59+08:00Nur Sadilahnursadilah06@gmail.comNurlindanurlinda3101@gmail.comAyu Dwi Putri Rusmanayudwiputri88@yahoo.co.idHenni Kumaladewi Hengkyheni02_epidUH@yahoo.comThe use of smartphones among elementary school children has increased alongside advancements in digital technology. Although smartphones offer benefits for entertainment and learning, uncontrolled use can lead to various negative effects, including physical, psychological, and social impacts. This study aims to examine the influence of smartphone use on children aged 7–12 years, the role of parents in providing guidance, and the strategies implemented to mitigate these adverse effects in Dusun Rontojali, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, involving ten parents as primary informants. Data analysis was conducted using MAXQDA software through coding and thematic analysis. The findings revealed negative impacts such as disrupted sleep patterns, increased emotional volatility, addiction, reduced social interaction, and decreased learning motivation. Parents play a crucial role as caregivers, supervisors, role models, and motivators. Strategies applied included limiting screen time, establishing rules, providing direct supervision, and directing children toward physical or educational activities. Thus, active parental involvement through consistent implementation of these strategies proves effective in reducing the negative effects of smartphone use on children.2026-01-11T11:15:10+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4183Identifikasi Determinan Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya2026-01-09T11:38:04+08:00Naya Avilia221510072@unmuhpnk.ac.idDedi Alamsyah dedialamsyah@unmuhpnk.ac.idAndri Dwi Hernawanandrihernawan@unmuhpnk.ac.idHipertensi diklasifikasikan sebagai kelompok penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian besar dan menghasilkan konsekuensi serius bagi kesehatan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan berobat, riwayat keluarga, serta tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 252 penderita hipertensi menggunakan metode purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square untuk melihat apakah ada hubungan antara kepatuhan pengobatan, riwayat keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi. Dari hasil penelitian ini terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan (p=0,014) dan riwayat keluarga (p=0,000) dengan kejadian hipertensi. Dan pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi (p=0,119). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan kepatuhan pengobatan dan riwayat keluarga, sedangkan pengetahuan tidak terdapat hubungan dengan kejadian hipertensi.2026-01-09T11:38:04+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4163Kombinasi Program Squat & Weight Training Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 22026-01-09T11:50:31+08:00Riyan Mulfiandadeskinadiya.dn@gmail.comDeski Nadiyadeskinadiya.dn@gmail.comSaiful Rizadeskinadiya.dn@gmail.comDiabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin dan/atau resistensi insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bagi penderitanya. Salah satu upaya untuk membantu mengendalikan dan menangani peningkatan kadar gula darah yaitu melakukan aktifitas fisik seperti latihan squat dan weight training yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga menurunkan kadar gula dalam darah. Aktifitas latihan ini lebih efektif untuk meningkatkan kontrol glikemik dan komposisi tubuh pada penderita diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi program squat & weight training terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yaitu quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 berjumlah 957 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sehingga sampel berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh pada tanggal 23 Mei – 23 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian pengaruh kombinasi program squat & weight training terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 didapatkan nilai sig 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh kombinasi program squat & weight training terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. 2026-01-09T11:50:31+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4166Efektivitas Arang Tempurung Kelapa-Pasir dalam Menurunkan Kekeruhan dan Mangan Air Sumur Bor2026-01-09T19:23:00+08:00Irgi Rivaldyirgi7879@gmail.comSelvianaselviana@unmuhpnk.ac.idLinda Suwarnilinda.suwarni@unmuhpnk.ac.idAir sumur bor di Desa Sungai Raya Dalam mengalami masalah kekeruhan tinggi dan kadar mangan (Mn) berlebih, sehingga perlu pengolahan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan pasir dan arang tempurung kelapa sebagai media filtrasi untuk mengurangi kadar mangan dan kekeruhan dalam air sumur. Metode kuantitatif quasi eksperimen digunakan. Variasi komposisi media filtrasi dilakukan dengan perbandingan 50:50, 75:25, dan 25:75 pasir:arang, serta pengulangan filtrasi sampai enam kali. Parameter kekeruhan dan mangan diukur sebelum dan sesudah filtrasi dengan menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kadar mangan dari 1,2 mg/L menjadi rata-rata 0,05 mg/L dan kekeruhan dari 57,7 NTU menjadi serendah 2,8 NTU. Ini terutama terjadi pada kombinasi 50% pasir dan 50% arang, yang memberikan hasil yang paling stabil dan efektif. Perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah filtrasi dikonfirmasi oleh uji statistik. Oleh karena itu, kombinasi pasir dan arang tempurung kelapa adalah cara yang mudah dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas air sumur di daerah pedesaan. Ini juga mendukung pencapaian standar kualitas air bersih yang ditetapkan oleh Permenkes No. 2 Tahun 2023.2026-01-09T19:00:32+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4038Identifikasi Bahaya dan Resiko K3 Menggunakan Metode HIRARC di PT LPN Shipyard2026-01-11T11:39:39+08:00Nurul Arafahnurularafah0315@gmail.comHaniarti Haniartihaniarti.umpar@gmail.comRahmi Amirammiandjala@gmail.comOccupational Health and Safety (OHS) is an important aspect in the ship repair industry because work activities in shipyards have a high potential for hazards, such as welding, painting, working in confined spaces, working at heights, and the use of hazardous chemicals. This study aims to identify hazards, assess risk levels, and provide control recommendations using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method at PT LPN Shipyard. The research method used is quantitative descriptive with data collection through field observations, interviews, and company document reviews. Risk assessment is performed using a Likelihood × Severity matrix to classify risk levels into low, medium, high, and extreme. The research results show that among all the main activities at PT LPN Shipyard, several potential hazards were found with risk distribution: moderate risk (50%), high risk (40%), and extreme risk (10%). The highest risks are found in painting works in confined spaces, exposure to welding fumes, the use of flammable chemicals, and work at heights. The main contributing factor to these risks is unsafe actions by workers, such as not using personal protective equipment (PPE), using mobile phones while working, and non-ergonomic manual handling.The existing controls are still limited to administrative aspects and the use of PPE. Therefore, it is recommended to implement additional controls such as technical engineering (mechanical ventilation, gas detectors, local exhaust ventilation), strict supervision of the Permit To Work, and regular safety training to enhance worker awareness.2026-01-11T11:39:39+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4141Rekonsiliasi Konjungtivitis Iritatif (IC) dan Penyakit Mata Kering (DED): Sebuah Tinjauan Literatur untuk Mengajukan Spektrum Penyakit Permukaan Okular Akibat Polusi2026-01-09T19:17:18+08:00Maharanimaharanniii2404@gmail.comWinda Trijayanthi Utamamaharanniii@gmail.comNur Ayu Virginia Irawatimaharanniii@gmail.comSutarto Sutartomaharanniii@gmail.comThe relationship between particulate matter (PM) and ocular surface disease (OSD) is contradictory. Occupational Health and Safety (OHS) literature in Indonesia consistently links high-dose PM10 (dust/smoke) exposure to Irritable Conjunctivitis (IC). Global epidemiological studies tend to focus on PM2.5 and NO2 as the primary causative agents of chronic DED, while ambient PM10 plays a less significant role. The aim of this study was to reconcile this conflicting evidence using a Systematic Literature Review (SLR) method. A total of 42 studies were narratively synthesized and categorized into three lines of evidence: Indonesian occupational exposure (OHS), global ambient exposure (epidemiology), and pathophysiological mechanisms (in vitro/in vivo). The results revealed a "Pollution-Induced OSD Spectrum" with multiple mechanisms. The OHS evidence (Pathway 1) is valid: high-dose PM10 exposure causes acute IC via a physical-mechanical pathway, which directly damages the epithelial barrier through abrasion. Epidemiological evidence (Pathway 2) is also valid: chronic low-dose PM2.5/NO2 exposure causes DED via a chemical-inflammatory pathway, driven by persistent oxidative stress and tear film instability. Mechanistic evidence (Pathway 3) confirms these two distinct pathophysiological pathways. IC and DED are not separate diagnoses in the context of pollution. They represent distinct manifestations (acute/mechanical vs. chronic/inflammatory) within a single disease spectrum, which depends on the type, dose, and duration of pollutant exposure. Keywords: Air Pollution; Particulate Matter; PM10; PM2.5; literature review 2026-01-09T19:17:18+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4207Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting di Desa Sukowiryo Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember2026-01-09T19:32:33+08:00Meila Putri Puspitameilaputripuspita40@gmail.comNila Widya Keswaranilakeswara35@itsk-soepraoen.ac.idStunting is a chronic nutritional problem that has a long-term impact on children's growth and development, and is a priority for health programmes in Indonesia. Sukowiryo Village, which is part of the Jelbuk Community Health Centre's working area in Jember Regency, still has cases of stunting among toddlers, which are thought to be influenced by multidimensional factors such as maternal education, family income, exclusive breastfeeding, the quality of complementary foods, history of infection, and environmental sanitation conditions. This study aims to identify the factors that influence the incidence of stunting and determine the dominant factors in Sukowiryo Village. The study uses an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study population consists of all toddlers aged 24–59 months residing in the village, and the sample was determined through total sampling of 30 toddlers. The dependent variable was the incidence of stunting. The independent variables included maternal education, family income, exclusive breastfeeding, quality of complementary foods, history of infection, and environmental sanitation. Data were collected through questionnaires, anthropometric measurements, and verification of maternal and child health (MCH) cards. Analysis was performed using the Chi-Square test for bivariate relationships and logistic regression for multivariate analysis. The results of the study indicate that maternal education, family income, exclusive breastfeeding, quality of complementary feeding, history of infection, and environmental sanitation are significantly associated with stunting (p<0.05). In conclusion, stunting prevention efforts need to include improving maternal education and nutritional knowledge, improving toddler nutrition, health monitoring, and improving environmental sanitation, so that interventions can be carried out comprehensively to reduce the prevalence of stunting in Sukowiryo Village2026-01-09T19:32:33+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4009Pola Asuh dan Kejadian Stunting Pada Keluarga Tidak Mampu di Kelurahan Salo Kabupaten Pinrang2026-01-11T11:54:01+08:00Sinar WahyuniSinarwahyuni773@gmail.comHaniarti Haniartihaniarti.umpar@gmail.comRasidah Wahyuni Sarirsdhwahyuni@gmail.comStunting remains a major public health problem in Indonesia, including Pinrang Regency, with consequences for children’s physical growth, cognitive development, and future productivity. Its causes are not only linked to economic limitations but also closely related to parenting practices. Some poor families have successfully prevented stunting through positive caregiving practices, making the Positive Deviance (PD) approach relevant to explore. This study aimed to identify parenting patterns among low-income families in Salo Village and their relationship to stunting in children aged 6–59 months. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. The study involved 10 informants, consisting of mothers of stunted and non-stunted children, posyandu cadres, and health workers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and anthropometric measurements, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that families with stunted children generally provided monotonous food with limited variety, were inconsistent in exclusive breastfeeding, and rarely utilized health services. In contrast, poor families with non-stunted children practiced PD, including exclusive breastfeeding, preparing simple but nutritious meals, maintaining household and environmental hygiene, and regularly attending posyandu. The study concludes that parenting practices are a key determinant in preventing stunting, even under economic constraints. The Positive Deviance approach offers an effective strategy for community empowerment by identifying and applying local solutions based on available resources.2026-01-11T11:54:01+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4222Efek Iyengar Yoga terhadap Keseimbangan Dinamis pada Populasi Lanjut Usia: Tinjauan Pustaka2026-01-09T20:14:42+08:00Jasmine Putri Nabilajosijeremia@gmail.comHelmi Ismunandarjosijeremia@gmail.comArif Yudho Prabowojosijeremia@gmail.comAhmad Fauzijosijeremia@gmail.comThe rapid aging of Indonesia’s population has significantly increased fall risk among older adults, underscoring the need for safe, effective non-pharmacological interventions to improve dynamic balance. This systematic literature review aimed to evaluate current evidence (2020–2025) on the effects of Iyengar yoga on dynamic balance in older adults. Following PRISMA 2020 guidelines, a Scopus search identified four studies meeting inclusion criteria from an initial 46 records; these were subsequently analyzed using the PICOS framework. Results consistently demonstrated that Iyengar yoga significantly enhanced postural stability, muscle strength, flexibility, proprioception, balance confidence, and cognitive functions (attention and working memory), while indirect benefits through stress reduction further strengthened motor coordination. The intervention proved highly safe, exhibited excellent adherence, and was successfully delivered online. However, its direct impact on fall prevention remained variable. Iyengar yoga is therefore confirmed as an effective holistic intervention for improving multiple components of dynamic balance in older adults. It is recommended that programs be enriched with multidirectional reactive exercises and fall-prevention education to optimize real world fall reduction outcomes. Keywords: Iyengar Yoga; Dynamic Balance; Seniors; Eldely People 2026-01-09T20:14:42+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/3999Formulasi dan Evaluasi Fisik Ekstrak Etanol Gel Ikan Lele (Clarias sp.) Desa Pinanong2026-01-09T20:31:57+08:00Fitriana Bunyanisfitriana646@yahoo.comCitra Yulianticitrayul2547@gmail.comNur Astuti WulandariBluistviolet@yahoo.co.idRaudhatul Jannah Nraudhatuljannah1310@gmail.com<p><em>The skin is the largest organ of the human body and is prone to damage caused by external factors such as burns. One commonly used treatment is a topical gel preparation due to its ease of application and cooling sensation. This study aimed to formulate and evaluate a gel preparation containing ethanol extract of catfish (Clarias sp.) from Pinanong Village, Sidenreng Rappang Regency. The study used an experimental method with three extract concentrations: 5%, 10%, and 15%. The gels were formulated using Carbopol 940 as the base and were evaluated physically through organoleptic tests, pH, homogeneity, and spreadability tests. Stability testing was conducted by storing the gel at 4°C and 40°C for 48 hours. The organoleptic test results showed that all formulations had a semi-solid consistency with stable color and aroma throughout the storage period. The pH test indicated that Formulation 1 (5%) had the most stable pH and remained within the physiological skin pH range (4.6). The homogeneity test showed that all formulations were homogeneous, with Formulation 3 showing improved homogeneity after storage. Spreadability tests revealed that all formulations fell within the ideal range (5–7 cm), although a slight decrease was observed after storage. Based on these evaluations, Formulation 1 with a 5% extract concentration was considered the most optimal for further development as a topical gel for wound healing.</em></p>2026-01-09T20:31:57+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/4146Risiko Kesehatan Kerja pada Kelompok Mamalam PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat2026-01-09T20:45:29+08:00Rivaldi Andika Winata221510121@unmuhpnk.ac.idElly Trisnawatielly.trisnawati@unmuhpnk.ac.idIsmael Salehismael.irmawan@gmail.comMarlenywatimarlenywati@unmuhpnk.ac.idEka Puspitasariekapsari.wk24@gmail.comKelompok Tani Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, terutama bahaya fisik dan ergonomi, namun implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih minim. Hal tersebut berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan keluarga apabila pekerja mengalami gangguan kesehatan. Kelompok Tani Mamalam adalah program pemberdayaan masyarakat dan reklamasi lahan pascatambang PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat, yang berfokus pada pertanian (hidroponik, organik) dan peternakan. Pekerja dalam program ini menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, meliputi: (1) Risiko ergonomis berupa Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat gerakan repetitif saat penyiapan lahan; (2) Risiko fisik seperti tekanan panas dan kulit terbakar akibat aktivitas ladang; dan (3) Risiko biologis berupa paparan penyakit infeksi saat merawat ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keparahan masalah kesehatan serta menganalisis tingkatan risiko bahaya yang dihadapi oleh pekerja Kelompok Tani Mamalam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 52 pekerja yang dipilih menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi dan kuesioner, dan penilaian analisis risiko menggunakan matriks risiko. (100%), gerakan repetitif (100%). Bahaya biologis, yaitu Infeksi Demam Berdarah dan Malaria (0%) iritasi kulit dan gatal-gatal (38,5%) dan psikososial (beban kerja berlebih) dialami oleh 38,5% pekerja, sementara bahaya kimia tidak ditemukan (0%). Bahaya ergonomi dinilai berisiko 'Tinggi', sedangkan bahaya fisik dan biologis berisiko 'Sedang'. Ketiadaan tindakan pengendalian dan edukasi K3 menjadi akar masalah utama dari tingginya risiko kesehatan yang teridentifikasi pada pekerja, Maka, diperlukan implementasi program K3 yang mencakup edukasi dan pengendalian teknis, terutama untuk risiko ergonomi yang tinggi. 2026-01-09T20:45:29+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatanhttps://jurnal.umpar.ac.id/makes/article/view/1725Gambaran Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia Berdasarkan Berg Balance Scale di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe 20232026-01-09T21:02:33+08:00Salsabila Salsabilasalsabila.200610072@mhs.unimal.ac.idCut Sidrah Nadirasalsabila.200610072@mhs.unimal.ac.idNora Maulinasalsabila.200610072@mhs.unimal.ac.idThe elderly are an age group of humans who have entered the final stages of their life. As we age, the human body will experience morphological changes in the body, muscles, bones and joints. Deterioration and morphological changes in muscles occur, causing functional changes in muscles, namely a decrease in strength, muscle contraction, muscle elasticity and flexibility, this causes the risk of falls in the elderly to tend to increase. Fall risk is a situation where a person has the potential to experience an increased chance of falling. The purpose of this research is as a screening effort to determine the level of risk of falls in the elderly in the Muara Dua Health Center working area, Lhokseumawe City. This research is descriptive observational with a cross sectional approach with a total of 76 respondents. This research was carried out at the Muara Dua Community Health Center, Lhokseumawe City. The sample in this study was elderly people who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this research was purposive sampling. The results of the study showed that elderly people in the Muara Dua Community Health Center working area, Lhokseumawe City, had a low fall risk level of 96.1% (73 people), a medium fall risk level of 3.9% (3 people) and a high fall risk level was not found. The conclusion obtained in this study was that of the 76 respondents, the majority had a low fall risk level of 96.1% (73 people).2026-01-09T21:02:33+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan