Kerentanan Kesehatan Masyarakat Pesisir terhadap Penumpukan Sampah: Analisis Etnografi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Abstract
Wilayah pesisir merupakan ruang hidup strategis bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, tetapi menghadapi tekanan lingkungan berupa penumpukan sampah yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Di wilayah pesisir Kota Parepare, khususnya Lakessi, Cempae, dan Soreang, penumpukan sampah dapat memicu berkembangnya vektor penyakit serta meningkatkan risiko diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan gangguan kesehatan berbasis lingkungan lainnya. Kerentanan kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi kondisi lingkungan fisik, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial-budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, perilaku masyarakat, serta kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pesisir akibat penumpukan sampah dengan memahami aspek sosial, budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, relasi masyarakat dengan lingkungan, dan kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan. Informan dipilih secara purposive sebanyak empat orang, terdiri atas petugas Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat pesisir. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah dan program kesehatan lingkungan yang responsif terhadap kondisi masyarakat pesisir



.png)
.png)
