Membangun Strategi Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar: Analisis Faktor Penghambat Berbasis Interpretative Structural Modeling (ISM)
Abstract
Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak sekolah dasar dan berkaitan dengan perilaku higiene, sanitasi lingkungan, keamanan pangan, serta efektivitas edukasi kesehatan. Kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan edukasi pencegahan diare memerlukan identifikasi faktor prioritas sebagai dasar penyusunan strategi intervensi. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor penghambat prioritas dalam edukasi pencegahan diare pada anak sekolah dasar di Kabupaten Tana Toraja menggunakan pendekatan Interpretative Structural Modeling (ISM). Identifikasi faktor dilakukan melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi pakar. Sebanyak 12 sub-elemen faktor penghambat dianalisis menggunakan Structural Self-Interaction Matrix (SSIM), Reachability Matrix, serta analisis Driver Power–Dependence.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor berada pada kuadran Independent dengan rata-rata driver power tertinggi (0,86) dan dependence terendah (0,45), yaitu rendahnya frekuensi edukasi kesehatan di sekolah, tingginya konsumsi jajanan tidak higienis oleh anak, serta rendahnya higiene dan sanitasi pedagang jajanan. Lima faktor berada pada kuadran Linkage dengan rata-rata driver power 0,81 dan dependence 0,61, meliputi lemahnya pengawasan konsumsi jajanan anak, penggunaan jamban yang tidak memenuhi standar sanitasi, rendahnya praktik pencucian buah dan sayuran, rendahnya penerapan PHBS di rumah tangga, serta rendahnya dukungan keluarga dalam penyediaan sarana cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor penghambat utama berkaitan dengan edukasi kesehatan sekolah dan keamanan pangan jajanan. Oleh karena itu, strategi pencegahan diare perlu difokuskan pada penguatan edukasi kesehatan, pembinaan pedagang jajanan, pengawasan konsumsi jajanan anak, serta peningkatan praktik PHBS dan sanitasi keluarga.



.png)
.png)
