Formulasi dan Evaluasi Tablet Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum)
Abstract
Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berkhasiat sebagai antiinflamasi dan pereda nyeri, namun pemanfaatannya masih terbatas pada bentuk sediaan tradisional. Bentuk tablet dipilih karena memiliki stabilitas yang lebih baik, dosis lebih akurat, serta praktis digunakan dan disimpan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah menjadi sediaan tablet dan mengevaluasi karakteristik fisiknya pada dua variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian bersifat eksperimental kuantitatif yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasi, Fakultas Farmasi ITKeS Muhammadiyah Sidrap pada April–Juli 2026. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dibuat dua formula tablet dengan metode granulasi basah, yaitu Formula I (konsentrasi ekstrak 40%; 200 mg) dan Formula II (konsentrasi ekstrak 50%; 250 mg). Tablet yang dihasilkan dievaluasi meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, dan keregasan. Hasil penelitian menunjukkan kedua formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot (penyimpangan Formula I 4,5–6,7%; Formula II 2,7–6,4%) dan keregasan (Formula I 0,3%; Formula II 0,5%, terhadap ambang ≤1%). Rata-rata kekerasan Formula I sebesar 4,06 kgf dan Formula II 3,43 kgf; berdasarkan acuan 4–8 kgf, Formula I memenuhi batas minimum sedangkan Formula II berada di bawahnya. Formula I dengan konsentrasi ekstrak 40% menunjukkan karakteristik fisik tablet yang lebih optimal dibandingkan Formula II. Disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet dengan metode granulasi basah, dan peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik tablet yang dihasilkan.



.png)
.png)
