Pengaruh Hormon FSH Dan Testosteron Terhadap Infertilitas Laki-Laki Di RSKIA Sadewa Periode 2025
Abstract
Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian di tingkat global maupun nasional, dengan faktor laki-laki berkontribusi terhadap sekitar 40–50% kasus infertilitas. Gangguan hormonal, khususnya yang melibatkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan testosteron, berperan penting dalam proses spermatogenesis dan fungsi reproduksi pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hormon FSH dan testosteron serta hubungan antara kedua hormon tersebut pada pasien infertil laki-laki di RSKIA Sadewa Yogyakarta periode 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien infertil laki-laki yang menjalani pemeriksaan kadar FSH dan testosteron. Sebanyak 245 pasien memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar FSH sebesar 5,86 mIU/mL dan rata-rata kadar testosteron sebesar 5,19 ng/mL. Analisis hubungan antara kadar FSH dan testosteron menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (r = -0,030; p = 0,638). Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa usia dan lama infertilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar hormon FSH maupun testosteron pada pasien infertil laki-laki di RSKIA Sadewa periode 2025. Disimpulkan bahwa kadar FSH dan testosteron pada pasien infertil laki-laki memiliki distribusi yang beragam, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan satu sama lain, serta tidak dipengaruhi secara bermakna oleh usia dan lama infertilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa infertilitas pria merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh kadar FSH dan testosteron



.png)
.png)
