Perbandingan Efektifitas Media Empulur Tebu dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli

  • Nurhaliza Sinring Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah sidrap
  • Fitriana Bunyanis Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah sidrap
  • Washliaty Sirajuddin Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah sidrap
Keywords: Escherichia coli, empulur tebu, rebung bambu, media kultur alternatif, TPC

Abstract

Media kultur merupakan faktor penting dalam pertumbuhan mikroorganisme karena menyediakan nutrisi yang
dibutuhkan untuk metabolisme dan reproduksi. Nutrient Agar (NA) merupakan media standar yang umum
digunakan, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan media alternatif yang lebih ekonomis. Empulur
tebu (Saccharum officinarum L.) dan rebung bambu (Bambusa vulgaris) memiliki kandungan nutrisi yang
berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan
efektivitas media kultur berbahan dasar empulur tebu dan rebung bambu terhadap pertumbuhan Escherichia coli.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret–29
April 2026. Pertumbuhan E. coli diamati pada media rebung bambu dan empulur tebu dengan konsentrasi 1,25%,
2,5%, dan 5%, serta Nutrient Agar sebagai kontrol. Jumlah koloni dihitung menggunakan metode Total Plate
Count (TPC) dan dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
jumlah koloni tertinggi diperoleh pada media NA yaitu 286,67 koloni. Pada media rebung bambu diperoleh rata
rata 82,33; 136,00; dan 204,33 koloni, sedangkan pada media empulur tebu diperoleh rata-rata 126,00; 202,33;
dan 248,67 koloni. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai F = 53,800 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05).
Disimpulkan bahwa empulur tebu dan rebung bambu mampu mendukung pertumbuhan E. coli, dengan media
empulur tebu konsentrasi 5% menunjukkan efektivitas terbaik di antara media alternatif yang diuji.

Published
2026-09-11