Perbandingan Risiko Kesehatan Paparan SO₂ dan NO₂ pada Anak dan Dewasa di Kawasan Industri Semen
Abstract
Industri semen merupakan salah satu sumber emisi polutan udara yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya, khususnya melalui paparan sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂). Kelompok anak dan dewasa memiliki karakteristik fisiologis dan pola pajanan yang berbeda, sehingga berpotensi menunjukkan tingkat risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan risiko kesehatan akibat paparan SO₂ dan NO₂ antara kelompok anak dan dewasa di sekitar kawasan industri semen.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA) yang dilakukan pada delapan lokasi permukiman di sekitar PT Semen Tonasa, Sulawesi Selatan, pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 160 responden, yaitu 80 anak dan 80 dewasa yang dipilih secara purposive sampling. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi SO₂ dan NO₂, nilai intake, serta Risk Quotient (RQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi SO₂ dan NO₂ masing-masing berada pada kisaran 16,1–51,3 µg/m³ dan 16,9–46,2 µg/m³, yang masih berada di bawah baku mutu kualitas udara ambien. Secara komparatif, kelompok dewasa menunjukkan nilai intake dan RQ yang lebih tinggi pada kondisi realtime, sedangkan kelompok anak menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada proyeksi pajanan jangka panjang (lifetime). Seluruh nilai RQ masih berada di bawah 1, yang menunjukkan bahwa paparan belum menimbulkan risiko kesehatan non-karsinogenik secara signifikan. Meskipun demikian, perbedaan pola risiko antara kedua kelompok menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak jangka panjang, sementara dewasa lebih terpengaruh oleh paparan jangka pendek. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kelompok rentan dalam pengelolaan kualitas udara di kawasan industri.



.png)
.png)
