Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024

  • Tiarma Talenta Theresia Universitas Trisakti
  • Sri Lestari Universitas Trisakti, Indonesia
  • Andriani Andriani Dokter Gigi Puskesmas Cengkareng, Jakarta, Indonesia
  • Wilbert Alvin Genesis Cokro Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Maria Rini Wulan Dhari Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Khairunnisa Febianti Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Nabila Cetta Prayitno Putri Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Ning Tyas Damayanti Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Putri Maharani Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Raynita Rosalinda Angeline Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Salma Athiya Parkesit Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Septina Sabilla Lubis Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Syafiera Emelia Putri Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
Keywords: Tuberculosis, demographic characteristics, health records analysis

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.
Published
2026-01-09