Upaya Peningkatan Kemandirian Keluarga Rawan Hipertensi di Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma Tahun 2024

  • Tiarma Talenta Theresia Universitas Trisakti
  • Sri Lestari Universitas Trisakti, Indonesia
  • Susilo Widyanto Dokter Gigi Puskesmas Grogol Petamburan, Jakarta, Indonesia
  • Putu Kayla Amarasenja Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Thalia Carissa Maharani Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Nathania Maharani Rebecca Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Aliyah Azzahra Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Fathimah Az Zahra Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Inayah Achmad Syarief B Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Michael Putra Wiguna Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Naya Hamidah Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Dinda Nasywa Salsabila Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
Keywords: Hypertension, family independence, family nursing care

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan komplikasi serius, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada usia produktif, sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan sejak dini. Peningkatan kemandirian keluarga melalui Asuhan Keperawatan Keluarga menjadi strategi penting untuk mengendalikan hipertensi secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan : untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga rawan hipertensi di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma sebagai dasar penyusunan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi. Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional yang menggambarkan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma. Data sekunder diperoleh dari laporan proyek Tim PKM PENARI dan dianalisis untuk menilai hubungan antara upaya kemandirian dan kondisi keluarga rawan hipertensi. Hasil : Berdasarkan data Puskesmas Grogol Petamburan tahun 2024, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan 24.793 kasus. Wilayah Wijaya Kusuma tercatat sebagai penyumbang kasus hipertensi tertinggi sebanyak 3.747 kasus. Kasus hipertensi berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, dengan 1.891 kasus pada laki-laki dan 1.856 pada perempuan. Tingkat kemandirian pasien hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma sebanyak 3.747 KK untuk tingkat kemandirian I, II, III, dan IV. Kesimpulan : Hipertensi menjadi kasus terbanyak di Wijaya Kusuma pada tahun 2024 dengan 3.747 kasus, dan intervensi inovatif Puskesmas berhasil meningkatkan kemandirian keluarga hingga 100% pada Level IV.
Published
2026-01-09