Upaya Puskesmas Kalideres Dalam Deteksi Dini dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri

  • Tiarma Talenta Theresia Universitas Trisakti
  • Sri Lestari Universitas Trisakti
  • Helvyda Sari Dokter Gigi Puskesmas Kalideres, Jakarta, Indonesia
  • Jane Sidabuta Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Cecilia Marliani Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Adellia Fikriyanti Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Alyah Heriandi Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Beatrice Aprilia Yaputri Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Clarissa Wiemputri Wangsa Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Dinda Syafiqa Amelia Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Felicia Amanda Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Gandiz Ayu Nabilah Program Profesi Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta
Keywords: anemia, adolescent girls, early detection, iron supplementation

Abstract

Anemia pada remaja putri umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi akibat menstruasi, pola makan tidak seimbang, dan kebiasaan diet. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Data nasional dan lokal menunjukkan peningkatan prevalensi anemia pada remaja,, yang menegaskan urgensi pelaksanaan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Puskesmas Kalideres turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan anemia remaja di wilayahnya. Tujuan: Mengetahui upaya Puskesmas Kalideres dalam deteksi dini dan penanggulangan anemia pada remaja. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Kalideres tahun ajaran 2023/2024. Hasil: Dari 5150 remaja putri yang menjadi sasaran, sebanyak 5.077 (98,58%) telah menjalani skrining kadar hemoglobin. Jumlah remaja putri kelas 7 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.431 (49,62%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 600 (20,81%), anemia sedang sebanyak 825 (28,61%), anemia berat sebanyak 6 (0,21%). Sedangkan total remaja putri kelas 10 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.328 (60,56%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 666 (30,37%), anemia sedang sebanyak 651 (29,69%), anemia berat sebanyak 11 (0,50%). Penanggulangan dilakukan melalui skrining anemia di sekolah, pemberian TTD sesuai tingkat anemia, edukasi gizi, dan rujukan kasus anemia berat ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Puskesmas Kalideres menjalankan program deteksi dini dan penanggulangan anemia dengan cakupan luas serta pendekatan multisektoral yang efektif dalam mengidentifikasi dan menangani anemia pada remaja putri.
Published
2026-01-09