Perbandingan Kepatuhan Melakukan SADARI Pada Mahasiswi Dengan Menggunakan Intervensi Alarm Reminder
Abstract
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode skrining atau pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh setiap wanita dengan memerhatikan bentuk serta merasakan perubahan yang terjadi pada payudaranya dengan beberapa langkah tertentu dan dilakukan satu kali dalam sebulan. Tindakan tersebut bertujuan untuk mendeteksi gejala dari kanker payudara sehingga dapat dilakukan tatalaksana lebih awal. Faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan melakukan SADARI setiap bulan adalah lupa atau tidak adanya fasilitas pengingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswi Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh dalam melakukan SADARI setelah dilakukan promosi kesehatan dengan menggunakan intervensi alarm reminder. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan desain post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi prodi arsitektur angkatan 2021 dan 2022 yang diperoleh melalui teknik purposive random sampling sebanyak 70 orang yang selanjutnya dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing 35 orang. Data penelitian diperoleh dengan wawancara dan pengisian lembar observasi setelah dilakukan promosi kesehatan selama tiga bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan melakukan SADARI pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing adalah 77,1% dan 42,9%. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan terdapat perbedaan kepatuhan melakukan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,007). Kesimpulan dari penelitian ini adalah alarm reminder efektif untuk meningkatkan kepatuhan melakukan SADARI.