Kejadian Wasting Dan Peran Nutrisi Dalam Kesehatan Lansia
Abstract
Masalah gizi yang sering terjadi pada lansia adalah masalah gizi yang berlebih (obesitas) dan gizi kurang (kurus). Lansia di Indonesia banyak yang mengalami gangguan pemenuhan gizi (IMT 16,5-18,49%). Gizi kurang sebanyak 31% dan gizi lebih sebanyak 1,8%. Gizi kurang atau wasting merupakan penurunan berat badan yang tidak disengaja termasuk kondisi ketika lansia kehilangan berat badan secara signifikan dalam waktu yang singkat. Pada kejadian wasting usia lansia yang rentan mengalami kondisi tersebut berada pada usia 60-90 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian wasting, riwayat penyakit dan pola makan lansia di wilayah kerja Puskesmas Lumpue Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampelĀ 94 orang. Hasil penelitian didapatkan penderita wasting lansia di wilayah Puskesmas Lumpue Kota Parepare sebanyak 47,9%. Faktor risiko kejadian wasting pada lansia adanya riwayat penyakit seperti hipertensi, dan diabetes melitus serta pola makan yang menunjukkan kurangnya konsumsi sumber karbohidrat, protein, dan lemak yang didapatkan dari metode recall 24 jam dan food frequency quotionnaire. Diharapkan bagi masyarakat terutama lansia agar menjaga kesehatan salah satu dengan memperbaiki pola konsumsi agar lebih seimbang sehingga menghindari terjadinya wasting.