Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus

  • Jasman Yusuf Universitas Muhammadiyah
  • Hendro Widarto Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Arief Hidayat Universitas Muhammadiyah Parepare
Keywords: Porus asphalt, combination asphalt, polymer asphalt, liquid asbuton, iowa stormwater management

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh campuran aspalporus yang menggunakan aspal Modifikasi dengan gradasi IowaStormwater Managemen (2009).Untuk mengetahui campuran aspal porusyang menggunakan bahan pengikat aspal modifikasi agar dapatmemenuhi parameter struktur perkerasan Aspal Berpori.Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Pemeriksaan BahanJalan dan Jembatan Bina Marga Dinas Prasarana Wilayah ProvinsiSulawesi Selatan Km. 16 Kota Makassar dengan metode kuantitatif. Datadatahasil uji laboraturium diolah dalam bentuk angka, grafik dan table serta dianalisis dengan membandingkan parameter standar yangdipersyaratkan (data diolah dalam bentuk kuantifikasi). Teknik analisisdata yang digunakan Analisis karakteristik material metode AASHTO,ASTM dan Bina Marga.Analisis model kinerja fungsi kekuatan campuranaspal berpori dilakukan dengan membandingkan hasil pengujian denganparameter seperti stability, cantabro loss, binder drain down.Analisismodel kinerja pemeriksaan aspal mengunakan metode Standar NasionalIndonesia (SNI). hasil pengujian menunjukkan hasil analisis grafikhubungan beberapa parameter kinerja aspal poros (cantabro loss,porositas, permeabilitas, stabilitas marshall, flow, marshall quotient danbinder drain down) adalah 7,15% untuk penggunaan aspal modifikasiaspal polimer 50% aspal Liquid Asbuton 50%.

References

Australian Asphalt Pavement Association (AAPA), 2010. This group report may be copied if used for educational purposes or by the tour participants. Extra copies of the report can be obtained from the Association.

Soehartono, Pemakaiannya Produksi, Penggunaan Dan Pengalaman Aspal Modifikasi Ditinjau Dari Kebutuhan.

AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials). 1998a. Standard Specifications for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing Part I: Specifications, 19th edition, Washington, D.C.

Bina Marga, 1999, “Panduan Perencanaan Campuran Beraspal Berdasarkan Kepadatan Mutlak ”, SK N0. 76/KPTS/Db/1999, Jakarta.

Asphalt Institute, MS-4, 1985, “The Asphalt Handbook”, Asphalt Institute, Lexington, Kentucky, USA

Asphalt Institute, Superpave Series No. 2, 1996, “Supervape Mix Design”, Asphalt Institute, USA.

ASTM D3203-91, Tets Method for Percent Ait Void in Compacted Dense and Open Bituminous Paving Mixtures.USA.

Dinas Pekerjaan Umum Dirjen Bina Marga, 2006.Persyaratan dan Sifat-Sifat Teknis Agregat

Brown, S. F, and Brunton, J. M. 1987. An Introductions to the Analytical Design of Bituminous Pavement, Part II, 4th edition. University of Nottingham.

Busnial, 2005. Kajian karakteristik campuran aspal porus dengan tafpack-super terhadap wheel tracking test. Institut teknologi bandung.

Djumari dan Djoko Sarwono, 2009. “PERENCANAAN GRADASI ASPAL PORUS MENGGUNAKAN MATERIAL LOKAL DENGAN METODE PEMAMPATAN KERING”. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS

Hardiman, Tinjauan aspal porus dwilapisan sebagai lapis permukaanjalan yang ramah dengan lingkungan perkotaan. Jurusan teknik sipil, universitas syiah kuala.

Irwan, 2012. Studi penggunaan aspal kombinasi pada campuran aspal porous gradasi versi federal highway administration ( FHWA ). Jurusan teknik sipil fakultas teknik universitas hasanuddin makassar.

Published
2021-01-29
Section
Articles