Pengaruh Penambahan Limbah Keramik Sebagai Filler Pada Lapisan Perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC)

  • Hamka Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Feri Fadli Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Ramdiana Universitas Muhammadiyah Parepare
Keywords: Ceramic Waste, AC-WC, Marshall Characteristics

Abstract

Kegiatan di bidang pembangunan banyak menghasilkan limbah. Terutama pada kegiatan renovasi atau pemugaran ulang suatu bangunan. Hasil dari renovasi tersebut banyak material lama yang akan dibuang dan digantikan dengan material baru, salah satunya keramik.Penelitian ini mengkaji (1) berapa proporsi kadar serbuk keramik pada campuran perkerasan AC-WC (2) bagaimana pengaruh penambahan serbuk keramik terhadap karakteristik Marshall campuran perkerasan AC-WC.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proporsi kadar serbuk keramik pada campuran perkerasan AC-WC (2) pengaruh penambahan serbuk keramik terhadap karakteristik Marshall campuran perkerasan AC-WC.Penelitian ini mengacu pada spesifikasi umum Bina Marga tahun 2010 revisi I.Hasil penelitian pada penambahan 50% keramik diperoleh VMA, MQ, stabilitas,  flow, VFB memenuhi spesifikasi dan nilai VIM tidak ada yang memenuhi. Penambahan 100% keramik diperoleh VMA, stabilitas, MQ, VFB, dan flow memenuhi spesifikasi, untuk nilai VIM tidak ada yang memenuhi.Penambahan serbuk keramik terhadap karakteristik Marshall hanya berpengaruh pada peningkatan stabilitas dan flow sedangkan VIM tidak ada yang memenuhi spesifikasi  sehingga penggunaan serbuk keramik sebagai filler pada campuran AC-WC tidak bisa dipakai

References

Astuti Ambar. Pengetahuan Keramik. Yogjakarta, Indoensia : Gajah Mada University Press, 1997.

ASTM C.125-1995:61. Standard Definition of Terminology Relating to Concrete and Concrete Agregates. ASTM International.

Bina Marga. Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan. Jakarta, Indonesia: Direktorat Bina Teknik, 2010.

Departemen Pekerjaan Umum, Spesifikasi Umum Bina Marga, Divisi 6, Metode Pengujian Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar, 2010.

Departemen Pekerjaan Umum. Petunjuk Pelaksanaan Lapis Aspal Beton Untuk Jalan Raya. SKBI – 2.4.26, 1987.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Jakarta, Indonesia: Departemen Pekerjaan Umum, 2000.

Direktorat Jenderal Bina Marga. Undang-Undang RI No. 13/1980 Tentang Jalan. Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Bina Marga Departmen Pekerjaan Umum, 1980.

Fasdarsyah, Mukhlis, dan Sulaiman “Pengaruh penambahan filler granit dan keramik pada campuran laston AC-WC terhadap karakteristik uji marshall.”Teras Jurnal, Vol.4, No.1, Mar 2014.

Hadihardaja, Joetata. Sistem Transportasi. Jakarta, Indonesia : Universitas Guru Darma, 1997.

Hakim, et.al. Dasar-dasar Imu Tanah. Lampung, Indonesia: Penerbit Universitas Lampung, 1986.

Indiani, Eva dan Ngurah, Ayu. Keramik Porselen Berbasis Feldspar Sebagai Bahan Isolator Listrik. Semarang, Indonesia: Universitas Diponegoro, 2009.

Joelianingsi.Peningkatan Kualitas Genteng Keramik dengan Penambahan Sekam Padidan Daun Bambu, Bogor, Indonesia: Makalah Pribadi Falsafah Sains (PPS 702) Sekolah Pasca Sarjana/S3, Institut Pertanian Bogor, 2004

McPhee, K. An Introduction to Inorganic Dielectrics. IRE Transaction on Component Part. Vol. 6, hlm 3-33.

Puslitbang Pemukiman.Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982). Bandung, Indonesia: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, 1982.

Published
2021-01-30
Section
Articles