Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan Di Puskesmas Lemoe Kota Parepare
Abstract
Stunting merupakan akibat dari berat badan lahir rendah dan kekurangan gizi pada masa balita mengakibatkan pertumbuhan tidak sempurna pada masa berikutnya. Melihat cukup tingginya kasus stunting di Sulawesi Selatan khususnya di wilayah Kota Parepare terdapat 8 Puskesmas yang ada semuanya terdapat kasus stunting, Hasil survey awal di Puskesmas Lemoe Tahun 2019 terdapat 52 anak Stunring (24,64%). Dan tahun 2020 terdapat 47 anak Stunting (27,01%). Maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif, MP-ASI dan perawatan anak dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Puskesmas Lemoe Kota Parepare.
Penelitian ini menggunakan rancangan obserfasional dengan pendekatan Cross Sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah balita umur 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lemoe Kota Parepare. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling sebanyak 78 orang. Analisis data menggunakan uji Chis-quare dan fisher exact test.
Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara pemberian ASI (p= 0,392), pemberian MP-ASI (p=0,081), dan perawatan anak (p=0,482) dengan kejadian stunting di wilayah puskesmas Lemoe Kota Parepare. Disarankan perlu adanya edukasi kepada keluarga agar memperhatikan MP-ASI secara Kuantitas dan Kualitas, serta memperhatikan kebutuhan gizi serta hygine anak.