UPAYA MENGATASI PERILAKU AGRESIF MELALUI PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA SISWA KELAS IX.1 SMP NEGERI 10 PAREPARE TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Abstract
Perilaku garesif merupakan salah satu persoalan yang terjadi disekolah. Penyebabnya sangat beragam, baik faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk ; (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk perilaku agresif siswa kelas IX.1 SMPN 10 Parepare (2) mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan konseling individual untuk mengurangi perilaku agresif siswa kelas IX.1 SMPN 10 Parepare (3) mengetahui analisis Bimbingan dan Konseling terhadap pelaksanaan konseling individual untuk mengatasi/mengentaskan perilaku agresif siswa Kelas IX.1 SMPN 10 Parepare. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primernya kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, dan siswa, sumber data skunder buku catatan anekdot, dokumendokumen yang berkaitan dengan penelitian, foto, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kebsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi. Adapun teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu: Tahap reduksi data (data reduction), Penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pertama bentuk-bentuk perilaku agresif siswa kelas IX.1 SMPN 10 Parepare berupa; Agresif fisik langsung meliputi berkelahi, memukul, dan mendorong. Perilaku agresif fisik aktif tidak langsung seperti menyobek buku kasus. Perilaku agresif verbal pasif langsung meliputi menghina, memaki, dan mengumpat. Perilaku agresif verbal pasif seperti mendiamkan teman. Perilaku agresif verbal aktif tidak langsung meliputi menyebar fitnah, menggosip, dan mengadu domba. kedua, pelaksanaan konseling individu melaluai tahapan awal (penerimaan klien, dan penstrukuran), pertengahan (mendefinisikan masalah siswa, mengembangkan solusi, dan menyusun rencana solusi yang diambil siswa), penutup (meringkas jalannya pembiicaraan dan menegaskan kembali keputusan klien), dan follow up (mengamati apakah ada perubahan dan mengambil tindakan selanjutnya yang akan dilakukan). Ketiga, analisis bimbingan konseling terhadapa pelaksanaaan konseling individual untuk mengatasi perilaku agresif siswa kelas IX.1 SMPN 10 Parepare dilakukan dengan tahapan-tahapan konseling individu secara konvensional, namun didalamnya mengandung unsur, asas, dan perinsip-perinsip bimbingan konseling. Sehingga perilaku agresif yang dimiliki siswa kelas IX.1 SMPN 10 Parepare dapat diatasi/terentaskan melalui pelaksanaan layanan konseling individual.