PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B KB PUNCAK MEWATANG KECAMATAN BUNGIN KABUPATEN ENREKANG

  • Wahidah Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Parepare
Keywords: Metode, Bermain Peran, Kemampuan Berbicara

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart dilakukan secara kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah 25 anak kelompok B KB Puncak Mewatang Kecamatan Bungin Kabupaten Enrekang. Metode pengumpulan data melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila kemampuan berbicara anak dengan kategori baik sudah mencapai persentase minimal sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara dapat ditingkatkan dengan menggunakan alat peraga atau dialog. Keberhasilan tersebut dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) guru mempersiapkan media beserta item-itemnya, (2) guru memberi contoh cara berdialog dengan baik dalam kalimat, (3) memainkan peran dengan cara yang sederhana, (4) anak diberi kesempatan untuk melihat, ataupun memperagakan dialog, (5) guru memberi kesempatan lebih besar pada anak yang peningkatan kemampuan berbicara dengan cara memainkan peran, (6) guru mendampingi dan memotivasi anak. Hasil observasi dapat dilihat dari penerapan metode permainan peran berbicara untuk kriteria baik pada setiap siklusnya, pada saat pra tindakan menunjukan hasil 20%, kemudian mulai meningkat pada siklus I yaitu 76% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80%

Published
2023-04-08