PENGARUH PERKAWINAN DI BAWAH UMUR TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA REMAJA DI KECAMATAN MAIWA KABUPATEN ENREKANG

  • Muhammad Siri Dangnga
  • Adha Sumita
Keywords: Pengaruh Perkawinan Di Bawah Umur, Tingkat Pendidikan Agama Islam

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Pengaruh Perkawinan di Bawah Umur terhadap Tingkat Pendidikan Remaja di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Permasalahan pokok yang dikaji terfokus pada Pengaruh Perkawinan di Bawah Umur terhadap Tingkat Pendidikan Remaja di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan, untuk mendapatkan data dan informasi mengenai gambaran perkawinan di bawah umur, untuk mengetahui tingkat pendidikan remaja terhadap perkawinan di bawah umur, dan untuk mengetahui pergaruh perkawinan di bawah umur terhadap tingkat pendidikan remaja di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Tulisan ini, menggunakan jenis penelitian asosiatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel merupakan jumlah subjek penelitian, dengan menggunakan instrumen dan teknik pengumpulan data yaitu; wawancara, angket dan dokumentasi. Kemudian teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis product moment atau pearsons untuk mencari pengaruh antara perkawinan di bawah umur dengan tingkat pendidikan remaja. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan remaja yang melakukan perkawinan di bawah umur dari 3 desa adalah Desa Botto Mallangga, Desa Salodua dan Desa Bangkala. Dari data yang didapatkan bahwa tingkat pendidikan terakhir yang melakukan perkawinan di bawah umur pada sekolah dasar (SD) sebanyak 14 orang, tingkat pendidikan sekolah lanjutan pertama (SLTP) yang melakukan perkawinan di bawah umur sebanyak 19 orang, dan tingkat pendidikan sekolah menengah atas (SMA) adalah sebanyak 20 orang. Hubungan perkawinan di bawah umur terhadap tingkat pendidikan anak. Uji signifikansi korelasi  produc moment bila menggunakan  r table untuk n = 53 dan kesalahan  5% maka r table = 0,279 sedangkan untuk r hitung adalah 0,148. Karena r hitung lebih kecil dari r table maka Ho diterima dengan demikian korelasi 0,148 itu tidak signifikan  (hasil yang sama dengan sebelumnya, dengan uji t). Berdasarkan hasil diuji t di atas maka dinyatakan bahwa t hitung jatuh pada penolakan Ho, maka dapat dinyatakan bahwa korelasi antara perkawinan di bawah umur dengan tingkat pendidikan remaja tidak berpengaruh dengan tindakan pendidikan remaja sehingga dapat disimpulkan bahwa masih ada yang melakukan perkawinan di bawah umur pada tingkat pendidikan remaja masih tergolong rendah. Implikasi hasil penelitian, perkawinan di bawah umur yang terjadi di Kecamatan dilihat dari tingkat pendidikan rendah di Kecamatan Maiwa merupakan disebabkan karena berbagai faktor ekonomi dan perjodohan.

Published
2021-09-07