SUBTANSI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT HASAN al-BANNA

  • Abdul Halik
  • Irfan
Keywords: Pemikiran HASAN al-BANNA

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Subtansi Pendidikan Islam menurut Hasan al-Banna. Permasalahan pokok yang dikaji terfokus pada bagaimana Subtansi Pendidikan Islam menurut Hasan al-Banna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai Pendidikan Islam yang ideal dalam alam pikiran Hasan al-Banna, dan mengetahui relevansinya dalam ranah konseptual, dengan Pendidikan Islam yang diberlakukan di Indonesia.

Jenis penelitian dalam penyusunan tulisan ini adalah kepustakaan; penelitian terfokus pada upaya pengungkapan Subtansi Pendidikan Islam menurut Hasan al-Banna, serta sejauh mana relevansinya dalam ranah konseptual, dengan Subtansi Pendidikan Islam di Indonesia yang tertuang dalam sistem perundang-undangan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Pendidikan Islam menurut Hasan al-Banna diupayakan untuk mengoptimalkan segenap potensi kemanusiaan peserta didik, yang terdiri dari empat hal pokok, yaitu aspek keimanan, aspek akhlak, aspek akal, dan aspek jasmani. Keempat hal ini menurut Hasan al-Banna adalah hal pokok yang paling berharga yang dimiliki oleh manusia dan Pendidikan Islam diharapkan kehadirannya untuk meneguhkan hal tersebut. Pada dasarnya, antara Pendidikan Islam menurut Hasan al-Banna dengan Pendidikan Islam di Indonesia, baik dalam tataran konseptual maupun dalam tataran praktis, tidaklah terlalu relevan. Di mana hal itu tampak jelas dalam perundang-undangan yang mengatur tentang sistem Pendidikan Nasional. Namun ada titik temu yang tidak identik, maksudnya ada persamaan yang diharapkan muncul dari kajian ini, namun hal itu tidak sampai pada subtansi yang diharapkan, di mana Hasan al-Banna menaruh harapan yang terlalu besar pada Pendidikan Islam yakni menjadi jalan bagi dakwah Islamiyah untuk menegakkan daulah Islamiyah, di mana hal ini tampak dalam gagasan-gagasan beliau bahwa Islam adalah Negara dan tanah air, pemerintah dari umat yang satu, dan juga akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan. Ini menunjukkan bahwa beliau menghendaki pemerintahan yang benar-benar Islami menurut ukurannya, dengan menjadikan ajaran Islam sebagai ideologi bagi umat manusia. Sedangkan dalam sistem perundang-undangan di Indonesia, peserta didik selain diharapkan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan kreatif, juga diupayakan menjadi warga Negara yang demokratis. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan nasional tidak sejalan dengan pemikiran Hasan al-Banna mengenai arah dan kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia

Published
2021-09-06