KEAMANAN DIGITAL DALAM MINAT PENGGUNAAN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH DI GORONTALO
Abstract
Digitalisasi layanan perbankan syariah membutuhkan penerimaan nasabah yang tidak hanya didorong oleh manfaat dan kemudahan, tetapi juga oleh rasa aman dalam bertransaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan, dan keamanan digital terhadap minat menggunakan layanan perbankan syariah digital di Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data tabulasi 96 responden pengguna layanan digital perbankan syariah. Variabel keamanan digit al ditambahkan sebagai pengembangan model penerimaan teknologi agar artikel tidak hanya mengulang pengujian Technology Acceptance Model klasik. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan dengan nilai R Square sebesar 0,695. Secara simultan, persepsi manfaat, persepsi kemudahan, dan keamanan digital berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan layanan digital. Secara parsial, persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan persepsi kemudahan dan keamanan digital berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat praktis tetap menjadi determinan utama, sementara keamanan digital lebih berperan sebagai syarat dasar yang perlu diperkuat melalui keandalan sistem, perlindungan transaksi, dan edukasi nasabah.







